Meski Meningkat, Pengguna Qris di Malut Terendah se-Sulampua
TERNATE (kalesang) – Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan salah satu fasilitasi pembayaran non tunai di Indonesia.
Sebelumnya, QRIS diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), pada Agustus 20019 lalu.
Berdasarkan data perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, merchant atau pengguna QRIS terus mengalami peningkatan. Dan jumlah pengguna QRIS di Maluku Utara per September 2022, terhitung sebanyak 70.954.
Namun, jika dibandingkan dengan wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), jumlah pengguna QRIS di Maluku Utara menduduki urutan terendah sebesar hanya 39 persen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara (Malut) R. Eko Adi Irianto, mengatakan, meskipun mengalami peningkatan, pertumbuhan pengguna QRIS tersebut terhitung stagnan di peringkat terbawah.
“Kita memang meningkat, tetapi pertumbuhannya stagnan, dari tahun 2021 misalnya, di tahun 2020 itu belum banyak pengguna, tahun 2021 kita kampanyekan dan meningkat tinggi, dan di tahun 2022 meskipun naik tapi tidak tinggi.”Ungkapnya, Selasa (13/12/2022).
Lebih lanjut ia mengaku, untuk mendorong penggunaan QRIS, pihaknya akan terus melakukan edukasi dan sosialiasi kepada masyarakat.
Eko juga mengatakan, dalam melakukan hal itu ia akan melibatkan pihak perguruan tinggi dan sekolah tingkatan SMA.
“Kita akan fokus untuk lakukan sosialisasi dan edukasi, harapnya, kampus menjadi yang terdepan, karena kampus ini penggerak perubahan masyarakat.” Jelasnya.
Selain itu juga ia berharap, Bank Maluku Malut dapat berperan dalam mendorong transaksi menggunakan QRIS.
“Kondisinya Bank Maluku Malut masih mencari cara bagaimana membangun sistemnya. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa, itu potensi yang besar karena gaji PNS melalui Bank Maluku Malut.” Tukasnya.(M-02)
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan
