Membaca Realitas

Halua Kenari, Kuliner Warisan Leluhur Kepsul Bertahan di Era Modern

SANANA (Kalesang) – Tidak semua perempuan akan meneruskan usaha orang tuanya, apalagi yang pernah kuliah di kota-kota besar, pasti merasa gengsi.

Menariknya, ada salah satu perempuan di Desa Wailau, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara, yakni Desiyanti Umasugi yang memilih kembangkan usaha orang tuanya.

Saat ini, selain menjadi guru pembantu di salah satu SMA di Kepulauan Sula, anak tertua dari empat orang bersaudara itu membuat usaha Halua Kenari milik ibunya, Faujia Fataruba.

Desiyanti menceritakan, usaha Halua Kenari ini sudah dilakukan sejak dulu oleh orang-orang yang ada di Desa Wailau. Waktu itu, halua masih dibungkus dengan daun pisang. Namun, saat ini mereka sudah membungkusnya dalam bentuk kemasan.

“Jaman dulu di Desa Wailau tidak ada gula untuk buat Halua, jadi orang mengolah tebu menjadi gula sebagai bahan pemanis. Sedangkan pengolahan Halua hanya menggunakan dua bahan dasar, yaitu gula dan kenari.” Kata Desi, sapaan akrab Desiyanti, Rabu (28/12/2022).

Di tahun 2017 hingga 2020, alumni mahasiswa Universitas Islam Makasar itu menyampaikan, ibunya menjual Halua Kenari di pasar dan pelabuhan Sanana. Kemudian di tahun 2021 mereka mulai kembangkan usaha ibunya dengan memberi brand Halua Kenari D&J.

“Kami memilih kembangkan usaha ini karena kenari dan halua salah satu identitas Desa Wailau, bahkan Kepulauan Sula.” Bebernya.

Jadi, lanjut perempuan 27 tahun itu, kenari yang diperoleh itu diambil dari kebun milik kakek dan ayahnya. Ditambah lagi dengan membeli dari sejumlah warga.

“Kan kalau usaha ini terus dijalankan, bisa membantu saudara-saudara yang ada di kampung. Biar kenari milik saudara tidak dibirakan begitu saja.” Ujarnya.

“Alhamdulillah sejauh ini saya juga bisa bantu basudara di kampung dengan membeli kenari milik mereka.” Sambung istri Jordy Alkatiri itu.

Sejauh ini, kata Desi, halua kenari yang sudah termasuk produk khas Sanana itu masih dijual di wilayah Kota Sanana. Namun, sekarang Halua D&J dimasukkan ke toko Sederhana.

“Jika ada orang dari luar yang mau pesan Halua Kenari, kami tetap melayani. modal awal untuk kembangkan Halua D&J hanya Rp1 juta, Alhamdulillah sampai saat ini masih jalan.” Tutupnya.(tr-02)

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel