Membaca Realitas

Kupon Subsidi BBM Angkutan Umum di Tidore Dijual Kembali

Diduga Paling Banyak Dilakukan Para Pengemudi Bentor

TIDORE (kalesang) – Bantuan Bakar Bakar Minyak (BBM) ke pengusaha angkutan umum di Kota Tidore nampaknya kurang tepat sasaran.

Betapa tidak, bantuan pemerintah yang disalurkan dalam bentuk kupon subsidi BBM ini, ditenggarai dijual kembali oleh penerima ke salah satu pengusaha BBM  di Kecamatan Tidore.

Berdasarkan Perwali Tidore Kepulauan Nomor 38a tahun 2022 yang merupakan turunan dari Permenkeu No.134/PMK.07/2022 yang mengatur subsidi pemerintah untuk setiap liter pertamax bagi transportasi umum. Pemilik angkutan memperoleh subsidi Rp5 ribu/liter.

Jumlah bantuan ini bervariasi tergantung jenis kendaraan angkutan. untuk kendaraan roda tiga yakni Becak Motor (bentor) diberi 48 kupon masing-masing kupon dijatah 4 liter dengan total 192 liter. Jika total 192 liter dikalikan Rp5 ribu, maka total bantuan pemerintah dalam bentuk BBM ke pengusaha Bentor sebesar Rp960 ribu.

Sementara untuk mobil menerima 48 lembar tiket namun dengan jumlah yang berbeda yakni 20 liter tiap kupon. Jika ditotal maka untuk mobil menerima bantuan potongan harga untuk 960 liter. Jika dikalikan Rp5 ribu, maka bantuan BBM ke angkutan umum sebesar Rp4.8 juta.

Khusus di Kecamatan Tidore ada 290 unit Bentor yang menerima kupon subsidi, sedangkan jumlah Angkot sebanyak 217 unit.

Namun sayangnya, jumlah subsidi pemerintah yang seharusnya digunakan untuk membeli BBM operasional angkutan umum, justru lebih banyak diuangkan ke pengusaha. Hanya beberapa kupon yang digunakan untuk mengisi BBM.

Salah satu pengendara Bentor mengaku menjual kupon miliknya ke pengusaha BBM di Tidore seharga Rp5 ribu/liter sesuai subsidi pemerintah.

Sebelumnya Desember 2022 lalu, pemerintah Kota Tidore Kepulauan melakukan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan salah satu perusahaan yang mengelola APMS di Tidore.

Kupon subsidi itu sendiri didistribusikan ke penerima oleh petugas teknis lapangan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tidore.

 

Reporter: M. Rahmat Syafruddin

Redaktur: Wawan Kurniawan