Membaca Realitas

AKB Meningkat, Wabup Kepulauan Sula Nilai Puskesmas Gagal

M. Saleh: Selaku Ketua Percepatan Penurunan Stunting Sangat Serius Membuat Pencegahan Berbagai Metode

 

SANANA (kalesang) – Wakil Bupati Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, M. Saleh Marasabesy menilai puskesmas gagal dalam melakukan pembinaan terhadap ibu hamil.

Sehingga dapat mempengaruhi Angka Kematian Bay (AKB) dari 10 kabupaten kota di Maluku Utara, Kepulauan Sula paling tertinggi.

Orang nomor dua Kepulauan Sula itu mengatakan, seharusnya peran puskesmas sangat dibutuhkan dalam melakukan pembinaan terhadap ibu hamil secara berkala. Tentu, kematian bay ini juga sangat relevan dengan stunting. Betapa tidak, tahun-tahun sebelumnya Sula juga termasuk daerah dengan angka stunting yang meningkat.

Baca Juga: Sopir Truk Sampah DLH Tidore Tertangkap Edarkan Ganja

“Maka dari itu, saya selaku ketua percepatan penurunan stunting sangat serius dalam membuat pencegahan dengan berbagai metode.” Katanya kepada kalesang.id, Jumat (3/2/2023).

Bila penanganan stunting berjalan dengan baik, lanjutnya, maka sudah bisa dipastikan angka kematian bay akan turun. Karena di penanganan stunting dimulai dari tindakan pencegahan yang terdiri dari remaja putri hingga wanita, yang mau menikah benar-benar akan diperiksa kesehatan dan harus mendapat rekomendasi kesehatan yang nantinya Depertemen Agama mengeluarkan ijin untuk menikah.

“Jadi setelah mereka menikah, maka dapat kita pastikan pasangan nikah sudah sehat. Sehingga masuk masa kehamilan bay yang berada di dalam kandungan ibunya juga sehat.” Ucapnya.

Baca Juga: Gempa Bumi 5,0 Magnitudo Guncang Pulau Morotai, Maluku Utara

Meski demikian, M. Saleh menyampaikan, hal ini sudah menjadi tugas pemerintah daerah dengan menekan serta seriusi pencegahan stunting di Kepulauan Sula.

“Jadi upaya yang paling penting adalah pencegahan dari anak usia remaja hingga orang mau persiapan menikah.” Pungkasnya.


Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel