PGRI Dikbud Maluku Utara Didesak Atasi Kekurangan Guru Tuna Netra di SLBN-Sasa Ternate
PGRI: Jika Tak Punya Guru Tuna Netra Harus Diambil dari Darah Lain
TERNATE (kalesang) – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Maluku Utara (Malut), mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), segera mengatasi kekurangan guru tuna netra di SLBN-Sasa Kota Ternate.
Ketua PGRI Provinsi Malut, Ramli Kamaluddin mengatakan, Dikbud Malut secepatnya mencari jalan keluar untuk menutupi kekurangan guru, terutama guru tuna netra di SLBN-Sasa Kota Ternate.
“Kami melihat sampai sejauh ini belum ada langkah atau upaya dari Dikbud, untuk menutupi kekurangan guru tuna netra di SLB.”Ungkap Ramli, Rabu (8/2/2023).
Menurutnya, terkait kebutuhan guru tuna netra di SLB memang agak sulit dicari, olehnya itu Dikbud harus mencari jalan keluar agar supaya bisa mendapatkan guru tuna netra.
“Minimal Dikbud berkoordinasi dengan daerah luar yang memiliki guru tuna netra, kemudian mendatangkan di Provinsi Malut atau Kota Ternate, demi menjawab kekurangan guru di SLB.” Ujar Ramli.
Ia mengaku, guru yang punya spesifikasi tuna netra itu agak susah kita dapatkan, karena guru tersebut punya spesialis khusus sama halnya dengan dokter spesialis.
“Untuk itu, Dikbud wajib mengidentifikasi kebutuhan guru tuna netra di daerah lain.”Sebut Ramli.
Kata dia, selain Dikbud mengidentifikasi kebutuhan guru tuna netra di daerah lain, Dikbud juga mengambil kebijakan untuk menyekolahkan guru-guru yang mengajar di SLB.
Ia menambahkan, PGRI tetap melakukan fungsi kontrol dalam rangka mengawal problem pendidikan di Provinsi Malut, meski PGRI bagian dari mitra pemerintah tapi bukan berarti PGRI tidak memberikan kritik.
“Jika kebijakan pemerintah yang perlu dikritisi maka PGRI akan kritik selain kritik, PGRI juga memberi saran dan solusi demi menjawab problem pendidikan di Malut.” Tegas Ramli.(tr-02)
Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Wawan Kurniawan
