Membaca Realitas

Menarik, Ini Kisah Imel Bangun Usaha VCO Ado dan Sahla Siloloa di Ternate

Imel: Setiap Hari Jumat Kami Bagi Makanan

 

TERNATE (kalesang) – Dalam merintis sebuah usaha, banyak hal yang dilakukan oleh pelaku usaha di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Begitu pun dengan owner VCO dan Sahla Siloloa, saat ini menebarkan kebaikan melalui usaha, yang beralamat di Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan.

Owner VCO Ado dan Sahla Siloloa, Imelda Hasyim Adobmenceritakan, sejak lulus kuliah di salah satu universitas di Makassar, Sulawesi Selatan, jurusan Bahasa Inggris tahun 1996 itu, ia mengikuti orang tuanya di Kota Ternate.

Di Kota Ternate, Imel sapaan akrabnya Imelda mengatakan, ia membantu salah satu juniornya sejak kuliah dulu, untuk menjadi seorang guru les Bahasa Inggris.

Setelah setahun dengan aktivitas tersebut, ia pun memutuskan untuk kembali ke Makassar.
Setelah kembali ke Makassar, perempuan yang mendedikasikan diri untuk berkarir itu kembali lagi Kota Ternate, dengan untuk melangsungkan pernikahan dengan Rafieq Radjiloeh.

Dalam pernikahannya hingga saat ini, ia dikaruniai dua anak, laki-laki dan perempuan. Anak pertama laki-laki telah menyelesaikan kuliah dan yang kedua perempuan duduk di bangku SMP.

Baca Juga: Awal dari Jual Kue, Kini Produk Sarilaha Diminati Banyak Orang

Awal karir, Imel mengaku, pernah sebagai karyawan di BCA, kemudian bekerja di salah satu perusahaan di Maluku Utara dan UNDP.

Di tahun 2005 sampai 2009, Imel pernah membuka toko di salah satu mall yang ada di Kota Ternate. Bisnis yang dijalankan olehnya berjalan baik, itu berkat keluarga dan kerabatnya.

“Saya mau bangun bisnis ini lebih berdampak dan bermanfaat untuk banyak orang. Kemudian suami dorong untuk bangun sekolah yang dinamakan dengan Runy’s school. Saat ini sudah jalan sekitar 12 tahun.” Katanya saat ditemui reporter kalesang.id. Senin (13/2/2023).

Tak berhenti di situ semangatnya, Imel yang merupakan konsultan kesehatan ini telah memproduksi Virgin Coconut Oil (VCO), yang punya manfaat untuk melangsingkan dan menyehatkan tubuh. Pada saat membuat VCO sejak tahun 2007, ia mulai racik bahan, mencari tahu cara pembuatan agar aman ketika dikonsumsi, ini dilakukan secara otodidak.

”Buka usaha VCO ini, sejak saya sedang sakit. Dokter menyarankan agar konsumsi obat. Namun, saya tidak mau. Saya kembangkanlah VCO ini, agar bisa dikonsumsi juga.” Ucapnya.

Tentunya, usaha VCO ini, cukup laris di pasaran luar Kota Ternate hingga ke luar negeri, seperti India. Yang saat ini masih tetap diproduksi dengan varian rasa original dan rempah seperti cengkeh dan kayu manis.

Sebenarnya, Imel menyampaikan, untuk produksi VCO ini, telah memanfaatkan hasil alam yang ada di Kota Ternate, seperti kelapa, cengkeh, pala dan jahe.

Baca Juga: Awalnya Hobi Jajan, Sekarang Pasangan Ini Bangun Usaha Crepeslicious di Ternate

“Jadi lihat, olahan rempah yang punya khas sendiri. Saya coba buat VCO dengan rasa rempah. Dan Alhamdulillah, banyak yang bantu dan pasaran cukup baik saat ini.” Bebernya.

Kemudian, Imel mencoba agar usahanya bisa bantu banyak orang. Ia kemudian kembangkan bisnis berbasis komunitas kedai halal, yang setiap hari Jumat dilakukan bagi-bagi makanan.

“Kami bagi-bagi makanan kurang lebih 100 hingga 500 box setiap hari Jumat, untuk jamaah masjid Al-munawar Kota Ternate, Maluku Utara.” Katanya.

Dalam bisnis ini, lanjut Imel, tidak hanya mencari keuntungan. Namun, sebagai wadah untuk masyarakat yang mau berbagi dengan cara donatur.

Selain penyediaan makanan gratis. Dalam beberapa kesempatan Imel melihat ketika di acara pernikahan, ada yang mengeluarkan biaya cukup mahal. Ia kemudian kembangkan lagi usaha yang dikenal dengan nama Sahla Siloloa.

Sahla Siloloa sendiri, kata Imel, bergerak dalam bisnis wedding organizer atau WO. Untuk bisnis ini, sebenarnya ia dan teman-temannya sebagai pengrajin baju adat, pesta dan aksesoris.

“Karena banyak yang keluhkan soal biaya, kami pun bantu.” Ujarnya.

Tidak semua pernikahan menjadi target bisnisnya. Tetapi ada dua momen yang menjadi target bisnisnya, yaitu pasangan dengan budget terbatas dan kedua pasangan pengantin yang kurang mampu.

Untuk menjadi pasangan suami istri, tak tanggung-tanggung Sahla Siloloa ini membantu pasangan yang kurang mampu melalui pernikahan masal secara gratis. Kegiatan ini dilakukan secara rutin oleh Sahla Siloloa tiap tahunnya.

Perempuan kelahiran 15 September 1972 itu, sering melakukan kerja sama dengan beberapa mahasiswa untuk membantu ketika berlangsungnya nikah masal. Imel bilang, untuk bangun usaha ia lakukan secara organik yang artinya dilakukan secara bertahap, yang sejak Sahla Siloloa berdiri pun hanya dengan tiga baju.

Baca Juga: Ayo Mampir, Pekan Ini Coconutkai Punya Menu Favorit

“Jadi, saya bukannya tidak memikirkan soal modal, tapi yang saya lakukan adalah secara bertahap. Dari situ permintaan banyak, saya kembangkan terus.” Tuturnya.

Selain itu, kata Imel, Sahla Siloloa juga bersedia ketika ada yang sewa baju dari mereka untuk melakukan acara pernikahan.

“Untuk bangun bisnis jangan dulu berharap yang besar. Gunakan apa yang saat ini kita punya, apa yang bisa dilakukan. Ketika bersyukur, kita akan diberi kemudahan.” Ucapnya.

Bangun usaha, Imel menyampaikan, hal terpenting adalah konsisten. Karena selama belum menyerah, tidak akan pernah ada kata gagal. Bekerja ataupun bangun usaha dengan niat untuk mendapatkan uang, maka hasil yang didapatkan adalah uang. Namun, jika usaha tersebut untuk bantu banyak orang dan bermanfaat bagi orang lain, maka rezeki datang lebih banyak.

“Jadilah seperti kran air, jika air mengalir kita pun akan basah, begitu pun dengan rezeki, ketika kita berbagi kebaikan, maka rezeki pun lebih banyak.” Tandasnya.(tr-04)


Reporter: Siti Halima Duwila

Redaktur: Junaidi Drakel