Gelar IMTI ke-17, Dampak Lingkungan Jadi Fokus Permata Indonesia
Tambang Maluku Utara jadi Sorotan
TERNATE (kalesang) – Perhimpunan Mahasiswa Pertambangan Indonesia (Permata) Indonesia menggelar Temu Ilmiah Mahasiswa Tambang se Indonesia (TIMTI).
Dalam perhelatan TIMTI ke-XVII ini, Kota Ternate, Maluku Utara dipilih sebagai tuan rumah. Yang dihadiri sebanyak 50 delegasi dari himpunan mahasiswa teknik pertambangan dari berbagai daerah.
Sekretaris Jenderal Permata Indonesia, M. Arsyad Hanafi mengatakan, hirilisasi nikel dan emas saat ini menjadi sorotan berbagai pihak, untuk itu pada pelaksanaan kegiatan tersebut pihaknya akan mendiskusikan sejumlah komponen yang berkaitan dengan industri pertambangan, khususnya di wilayah Maluku Utara.
“Timti ini agenda rutin kami yang dilaksanakan per 6 bulan sekali, dan lokasinya itu berpindah-pindah.” Katanya, Senin (20/2/2023).
Arsyad mengatakan, salah satu pembahasan yang akan menjadi fokus utama adalah dampak lingkungan dari pertambangan tersebut akan dikawal hingga menjalankan pertambangan sesuai dengan kaidah yang ditetapkan.
“Dampak lingkungan ke daerah tambang jadi fokus kami, tapi kami tidak bisa menolak tanpa data.” Ujarnya.
Ia menuturkan pemilihan Maluku Utara sebagai tuan rumah karena, Permata Indonesia mempertimbangkan adanya perusahaan tambang nikel dan emas yang cukup terkenal, yakni PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM) dan PT. Harita Nickel.
“Kandungan nikel di Maluku Utara itu tidak merata, namun PT. Harita Nickel hadir sebagai perusahaan pertama yang membangun pabrik smelter untuk mengestrak nikel kadar rendah. Kami exicted terhadap hal itu.” Pungkasnya.
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan
