Budristek Luncurkan Kurikulum Merdeka
TERNATE (Kalesang) – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Kurikulum Merdeka, Belajar Episode Kelima Belas, yakni Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar.
Hal ini untuk memulihkan krisis pembelajaran di masa pandemi yang semakin tertinggal dengan hilangnya pembelajaran (learning loss) dan meningkatnya kesenjangan pembelajaran antarwilayah dan antarkelompok sosial ekonomi.
“Penyederhanaan kurikulum darurat ini efektif memitigasi ketertinggalan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19.” Ujar Nadiem seperti dikutip dalam laman resmi Kemendikbud pada Sabtu (12/2/2022).
Pria kelahiran Singapura itu juga menjelaskan efektivitas kurikulum dalam kondisi khusus semakin menguatkan pentingnya perubahan rancangan dan strategi implementasi kurikulum secara lebih komprehensif.
“Arah perubahan kurikulum yang termuat dalam Merdeka Belajar Episode 15 ini adalah struktur kurikulum yang lebih fleksibel, fokus pada materi yang esensial.” Jelas Nadiem.
Dalam pemulihan pembelajaran saat ini, lanjut Nadiem satuan pendidikan diberikan kebebasan menentukan tiga kurikulum yang akan dipilih atau tidak dipaksakan.
“Untuk itu, pemerintah akan menyiapkan angket untuk membantu satuan pendidikan menilai tahapan kesiapan dirinya menggunakan Kurikulum Merdeka.” Pungkas Nadiem.
Peluncuran kurikulum ini, mendapat dukungan dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Danang Hidayatullah dan Teuku Ramli Zakaria dari Majelis Dikdasmen Muhammadiyah. (Tr-01)
Reporter : Rahmat Akrim | Editor : Wawan Kurniawan
