Membaca Realitas

Soal Penolakan Sengketa Lahan, Seorang IRT di Ternate Ngamuk dengan Senjata Tajam

Warga Akui Tanah Dikasih Kesultanan Ternate

 

TERNATE (kalesang) – Warga Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara menggelar aksi penolakan terkait dengan sengketa lahan di RT 08 RW 03, Rabu (24/5/2023).

Pantauan kalesang.id di lapangan, aksi tersebut terdapat seorang ibu rumah tangga (IRT) yang nekat mengamuk menggunakan benda tajam berupa parang di tengah jalan raya.

Hal itu dilakukan karena ia merasa kesal dengan pihak tergugat, yakni Yulianto yang mengklaim tanah tersebut adalah miliknya yang datang bersama Pengadilan Negeri untuk melakukan pencokcokan lahan eksekusi.

Atas hal itu, pihak kepolisian maupun warga setempat sempat mengamankan IRT tersebut dan mengambil benda tajam yang sedang dipegangnya itu.

Koordinator aksi, Malik mengatakan, tanah ini merupakan tanah adat yang dihibahkan langsung oleh Kesultanan Ternate. Namun, tiba-tiba ada seoarang oknum yang datang mengklaim bahwa tanah ini adalah miliknya.

“Ini adalah tanah adat, sebelum negera ini hadir kesultanan sudah ada, makanya kita sebagai warga Kelurahan Kalumata tetap mempertahankan kita punya tanah ini.” Tegasnya.

Baca Juga: BMKG Ternate: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Bacan, Obi hingga Sanana

Hal senada juga diungkapkan Ketua Pemuda Kelurahan Kalumata, Nifran Yusup bahwa tanah ini merupakan pemberian dari Kesultanan Ternate, yakni Sultan Iskandar Djabir pada tahun 1959 sebesar 1,5 hektar.

Di mana, lanjutnya, pemberian tersebut diserahkan kepada Cucato atau Jogugu Loloda dalam bentuk pengabdian dan ditandatangi langsung oleh Sultan Iskandar Djabir.

Tidak hanya itu, kata Nifran, pemberian sebidang lahan tersebut juga kemudian dibenarkan lagi oleh almarhum Sultan Mudafar Sjah pada tahun 1996.

“Kami dari pemuda sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga maupun masyarakat yang sedang mengalami masalah sengketa lahan ini untuk mempresur mengambil langkah hukum ke Pengadilan Tata Usaha Negara.” Tandasnya.(tr-01)

 

Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur: Junaidi Drakel