Membaca Realitas

Lagi, Ratusan Siswa dan Guru SMKN-1 Ternate Gelar Aksi Tolak Nurjana Junus

Aksi Jadi Tontonan Siswa dari Beberapa Sekolah Lain

TERNATE (kalesang) – Untuk kesekian kali, ratusan siswa dan guru SMKN-1 Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, kembali mengelar aksi protes penolakan terhadap penetapan Nurjana Tahir Junus selaku Kepala SMKN-1 Kota Ternate defenitif, Senin (8/6/2023) pagi tadi.

Berita Terkait:Komite Sekolah, Guru dan Alumni Gelar Aksi Tolak Nurjana Junus Sebagai Kepala SMKN-1 Ternate

Pantauan kalesang.id, aksi penolakan digelar mulai sejak pukul 10:30 WIT. Didalam aksi tersebut siswa dan guru mengantung sejumlah spanduk baik di depan pagar dan gedung sekolah hingga lantai tiga.

Muatan isi spanduk itu tertulis berbagai kalimat penolakan yakni, yang mendesak Gubrnur Maluku Utara membatalkan SK Jabatan Nurjana serta meminta pihak Dinas Pendidikan dan Pengajaran mengembalikan beberapa guru yang sengaja dimutasi karena terlibat aksi penolakan, yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Berita Terkait:Gedung SMKN-1 Ternate Dipenuhi Spanduk Tolak Penetapan Kepsek Nurjana Junus

Aksi itu membuat suasana lingkungan sekolah tegang, siswa yang sudah selesai mnegikuti ujian keluar dari ruangan dan memadati gedung sekolah.

Menariknya, aksi yang dilakukan siswa di SMKN-1 Kota Ternate, juga disaksikan puluhan siswa datang dari berbagai sekolah kemudian datang dan berdiri berjejeran depan pagar sekolah dan menyaksikan aksi tersebut.

Aksi diwarnai pembacaan puisi  yang diiringi dengan lagu Iwan Fals bermuatan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Selain membacakan puisi ratusan siswa juga berteriak yel-yel lagu-lagu perjuangan sebagai bentuk protes kepada pemerintah Maluku Utara.

Ketua Organisasi Intra Sekolah (Ketos) SMKN-1 Kota Ternate, Refan mengatakan, ia dan rekan-rekan siswa ikut menolak Nurjana Junus sebagai Kepala SMKN-1 Kota Ternate.

“Karena semasa beliau menjabat berbagai masalah terjadi di sekolah, kami siswa juga merasa resah atas dituasi kondisi sekolah.”Ujar Refan.

Selama menjabat sebagai kepala sekolah kata Refan,  Nurjana sring melarang menggunakan fasilitas sekolah.

“Makanya, kami menyatakan sikap untuk menolak Nurjana Tahir di sekolah.”Tegas Refan yang menambahkan jika keterlibatan siswa, diluar dari jam belajar dan tidak menganggu proses belajar mengajar di sekolah.(tr-02)

Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Wawan Kurniawan