Membaca Realitas

Siswa SMPN-2 Kota Ternate Ikut Pelatihan Pembuatan Eco Enzyem

Nurhayati: Bagian dari Implementasi Kurikulum Merdeka

TERNATE (kalesang) – Siswa kelas VII SMPN-2 Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, antusias mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan eco enzyme yang dipusatkan di aula sekolah tersebut, Sabtu (29/7/2023).

Kepala SMPN-2 Kota Ternate, Nurhayati Pandawa mengatakan, kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan eco enzyme ini, bagian dari bentuk kerja sama antara SMPN-2 Kota Ternate dan komunitas eco enzyme Maluku Utara.

“Kami lakukan sosialisasi dan pelatihan eco enzyme pada siswa merupakan kolaborasi dari aspek projek penguatan profil pelajar pancasila, karena ini bagian dari implementasi kurikulum merdeka yakni kegiatan kulikuler berbasis projek.”Ungkap Nurhayati.

Menurut Nurhayati, SMPN-2 Kota Ternate tahun ini masih dipercayakan menjalankan program presisi yakni penguatan karakter siswa mandiri melalui kreasi seni.

Tahun lalu, kegiatan presisi di SMPN-2 Kota Ternate telah menghasilkan berapa produk keunggulan, salah satunya produk krupuk yang dibuat menggunakan biji pala.

“Kita rencana pamerkan produk tersebut di vestifal borobudur yang diluncurkan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, seperti pada program presisi tahun lalu.”Ujar Nurhayati.

Nurhayati mengaku, SMPN-2 Kota Ternate fokus membuat inovasi terkait dengan lingkungan agar siswa dilatih sejak dini, tentu mereka diajak melestarikan lingkungan melalui kerja sama dengan komunitas eco enzyme Maluku Utara.

“Kita akan memanfatkan limbah di lingkungan sekolah, baik itu limbah rumah tangga dan limbah dapur, yang jelas itu sifatnya mencemarkan lingkungan, namun kita pembuat eco enzyem sehingga dia menjadi ramah lingkungan.” Ucap Nurhayati.

Kemudian untuk penguatan projek profil pelajar pancasila yang ditentukan pusat, ada tujuh tema harus diselesaikan dalam waktu satu tahun. Dari waktu satu tahun itu minimal tiga tema harus diselesaikan, kemudian tujuh tema itu diturunkan menjadi topik.

“Jadi ada tema gaya hidup berkelanjutan, kearifan lokal, kewirausahaan, kebinekaan global, suara demokrasi, rekayasa dan teknologi, Jadi kegiatan sosialisasi pelatihan dan pembuatan eco enzyem kami buat masuk di rekayasa dan teknologi.” Jelas Nurhayati.

Nurhayati menambahkan, setelah dilakukan sosialisasi pelatihan pembuatan eco enzyem dari komunitas eco enzyem Maluku Utara, dua pekan kedepan pihaknya juga mengundang Program Studi Biologi Unkhair Ternate guna memberi sosialisasi di sekolah.

“Selain itu, kami juga berencana membangun koordinasi dengan Poltekkes Kemenkes Ternate untuk melakukan kegiatan pengabdian di sekolah.” Tutup Nurhayati. (tr-02)

Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Wawan Kurniawan