Membaca Realitas

Muslimat NU Fokus Kekerasan Perempuan dan Anak di Maluku Utara

Majelis Taklim jadi Pintu Masuk

TERNATE (kalesang) –  Angka kekerasan perempuan dan anak di Maluku Utara yang  terus naik setiap tahunnya, memicu bargai elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian.

Sesuai data Sistem Informasi Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA) di Maluku Utara tahun 2022 kekerasan perempuan dan anak meningkat. Dimana tahun 2021 tercatat 290 kasus, sedangkan tahun 2022 naik menjadi 396 kasus.

Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi pihak Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Maluku Utara yang turut berupaya menekan angka kasus kekerasan perempuan dan anak di Provinsi Maluku Utara.

Ketua Muslimat NU Maluku Utara, DR. Rosita Alting, S.Ag, M.Ag mengatakan, penanggulangan kasus kekerasan perempuan dan anak menjadi fokus utama pihaknya.

“Kami fokus pada persoalan kekerasan yang terjadi.”tuturnya, Jumat (18/8).

Ia mengungkapkan, ada sejumlah program yang dilaksanakan, salah satunya melalui program keagamaan.

“Melalui kegiatan majelis taklim binaan, kami memberikan berbagai edukasi, salah satunya adalah bagaimana cara meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan.”katanya.

Selain itu, pihaknya turut bersinergi dengan lembaga lainnya untuk melakukan pendampingan terhadap korban kekerasan.

“Untuk tindakan pendampingan hukum, kami bekerjasama dengan lembaga lain yang fokus ke masalah ini.”pungkasnya.

 

Reporter: Sitti Muthmainnah

Redaktur: Kurniawan Andili