Dua Tahun Desa Trans Maidi ‘Dihantui’ Banjir, Pemerintah ‘Cuek’
TIDORE (kalesang) – Hujan yang terus mengguyur wilayah Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara tiga bulan terakhir. Kondisi ini mengakibatkan banjir merendam pemukiman dan perkebunan warga hingga ke jalan Desa Trans Maidi.
Sahrul Muhammad, Salah satu warga Desa Maidi mengatakan, sudah 2 tahun lebih banjir menggenangi Desa Trans Maidi, sehingga kondisi desa sangat memperihatinkan.
“Sudah 2 tahun terakhir, kondisi Trans Maidi sangat memprihatikan terutama di 3 bulan terakhir, karena tergenang air.” Ungkap Sahrul, Rabu (9/3/2022).
Lanjut Sahrul, Ketika hujan datang genangan air mencapai 1 meter, sehingga menyebabkan aktifitas masyarakat dan pelajar terganggu.
Masyarakat dan pelajar yang mau pergi ke kebun dan sekolah terpaksa harus menerobos banjir setinggi satu meter, namun pada beberapa hari terakhir para siswa tidak lagi pergi ke sekolah karena takut dengan hewan buas seperti Buaya dan ular.
“Beberapa hari terakhir ini intensitas hujan sangat tinggi hingga menyebabkan banjir, akibatnya sekolah pun diliburkan karena siswa tidak ada yang datang ke sekolah.” Kata Sahrul.
Mantan aktivis GMNI Cabang Ternate itu mengaku bahwa dirinya bersama beberapa pemuda desa Maidi telah bertemu dengan warga Desa Trans untu meyepakati membuat posko bantuan.
“Kami akhirnya, bersepakat membentuk posko bantuan untuk Masyarakat Trans Maidi.” Ucapnya.
Selain Sahrul, Jafar juga mengatakan permasalahan banjir ini masyarakat Desa Trans sudah menyampaikan kepada pemerintah kecamatan, maupun Kota, akan tetapi sampai saat ini belum mendapat respon.
“Kita sudah pernah meyampaikan kepad pemerintah kecamatan, Desa dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, namun hasinya nihil. Tandas Jafar.(tr-04)
