TERNATE (kalesang) – Sejumlah mahasiswa dan warga Kelurahan Sulamadaha, Kota Ternate, Maluku Utara, kembali memprotes aktivitas Galian C yang dianggap merusak lingkungan warga setempat.
Aksi protes tersebut berlangsung pada Rabu (6/12/2023) di Kelurahan Sulamadaha dengan memblokade jalan. Alhasil, kendaraan truk sampah yang hendak menuju ke arah TPA harus antrean panjang.
“Kami diminta warga putar balik ke arah kota, semoga Pemkot bisa cepat ambil langkah agar aktivitas normal kembali.” Ujar salah seorang sopir truk sampah.
Dalam selebaran yang diperoleh kalesang.id disebutkan, terhitung sudah dua kali warga bersama mahasiswa melakukan aksi demonstrasi dalam memprotes tentang problem Galian C yang tengah bercokol di Kelurahan Sulamadaha.
Namun sayangnya, respons Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate jauh dari harapan warga. Pasalnya, mereka menilai, apa yang disampaikan Pemkot Ternate hanyalah janji manis.
“Sebab janji hanya melahirkan janji tanpa ada keseriusan untuk menangani masalah darurat lingkungan semacam ini.” Demikian tertulis dalam selebaran tersebut.
Padahal, disampaikan pula, masalah Galian C merupakan suatu problematika yang sangat mengancam kelangsungan hidup masyarakat Sulamadaha, dalam hal ini lahan, rumah, dan tempat ibadah mereka nyaris terancam digusur.

“Bukan sebatas itu, kerusakan lingkungan tersebut pun mengancam kesehatan anak dan orang tua akibat udara yang mereka hirup telah terkontaminasi dengan aktivitas Galian C.”
Disampaikan, sejak 2017, operasi CV DRAGON sebatas izin pemerataan lahan, akan tetapi lambat laun beralih fungsi menjadi Galian C yang tidak didasari oleh putusan DLH mengenai ketetapan AMDAL.
Di sisi lain, dalam lampiran peraturan menteri lingkungan hidup nomor 04 tahun 2012 tentang indikator ramah lingkungan untuk usaha dan penambangan mengatur soal jarak lubang galian paling sedikit 500 meter dari pemukiman warga.
“Namun justru berbanding terbalik dengan kenyataan, sebab jarak aktivitas galian pun tetus berkalan hingga beberapa jengkal lagi mendapati rumah warga.”
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Junaidi Drakel
