TERNATE (kalesang) – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia merilis inovasi Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag dalam pelayanan jema’ah haji, berupa aplikasi mobile HajiPintar.
Aplikasi tersebut dirilis langsung Menag, Yaqut Cholil Qoumas bersamaan dengan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Program Penyelenggaraan Haji dan Umrah 2022 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (17/3/2022).
Dalam kesempatan tersebut, mantan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI itu mengatakan dengan aplikasi HajiPintar calon jemaah kini dapat mendaftar haji secara online.
“Pada momentum Rakernas hari ini, saya bersyukur dan mengapresiasi, bisa me-launching pendaftaran haji secara elektronik.” Ujar Yaqut, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (18/3/2022).
Pria kelahiran 4 Januari 1975 itu mengemukakan bahwa pada saat mendaftar, jemaah tidak harus datang ke Kantor Kemenag kabupaten/kota dan bukti pendaftaran hajinya dikirimkan dalam bentuk elektronik dengan tanda tangan elektronik pula.
“Cukup dengan menggunakan aplikasi mobile HajiPintar, jema’ah dapat mendaftar haji.” Ungkapnya.
Yaqut menjelaskan, dengan sistem ini, warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri pun bisa mendaftar haji dan prosesnya sederhana, cepat, murah, dan mudah.
“Inovasi ini digagas semenjak Prof. Nizar Ali menjabat Dirjen Haji dan kini diwujudkan oleh Prof. Hilman Latif.” Jelasnya.
Menag juga meminta kepada jajaran Ditjen PHU untuk terus berinovasi dengan perkembangan teknologi. Salah satu yang diusulkan Menag adalah pelaksanaan pembelajaran manasik haji di tanah air dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital.
“Terus kembangkan. Misalnya, pembelajaran manasik di tanah air yang dilaksanakan dengan cara mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.” Tutup Yaqut sembari mengatakan ke depan harus lebih modern.(tr-01)
