Membaca Realitas

e-Meterai Eror, Pelamar CASN 2024 Kritik BKN

TERNATE (kalesang) – Meterai elektronik (e-Meterai) yang menjadi salah satu syarat untuk menggugah dokumen ke sistem SSCASN eror. Para pelamar pun ramai-ramai mengkritik Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia.

Sebagaimana diketahui, para pelamar yang ingin mendaftar sebagai Calon Aparatur Sipil Negara (CASN 2024) diwajibkan menggunakan e-Meterai dalam dokumen yang nantinya menjadi satu syarat agar lolos administrasi.

Bukannya lancar-lancar saja, para pelamar justru mengalami kesulitan seperti tidak adanya kuota e-Meterai. Tidak sedikit pula para pelamar yang sudah membeli atau membayar tidak mendapatkan e-Meterai lantaran server mengalami gangguan.

Atas hal itu, para pelamar CASN 2024 menilai bahwa BKN RI tidak punya kesiapan yang cukup dalam penggunaan e-Meterai. Padahal, pembukaan CPNS sendiri telah direncanakan dibuka sejak lama.

“Iya kenapa e-meterei gak bisa diakses bahkan sudah ada e-meterai sudah dibeli tapi tidak bisa diakses lagi webnya, sementara batas pendaftaran sudah dekat. Mohon perbaikan sistemnya.” Tulis salah pelamar di kolom komentar Facebook BKN RI.

Adapun pelamar lainnya mengatakan, penerapan kewajiban penggunaan e-Meterai dalam penerimaan CPNS tanpa persiapan sistem yang memadai adalah sebuah kebijakan yang cacat dan tidak berlandaskan pertimbangan matang.

Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya gagal memberikan kemudahan, tetapi malah memperburuk situasi dan membebani calon peserta CPNS dengan cara yang tidak adil.

“Kurangnya kesiapan dalam sistem e-materai menunjukkan kegagalan pemerintah dalam merancang dan mengimplementasikan regulasi yang efektif, dan ini berpotensi menimbulkan kerugian yang signifikan bagi banyak calon peserta CPNS.” Jelasnya.

Terpisah, layanan e-Meterai yaitu Peruri Indonesia dalam unggahannya menyampaikan permintaan maaf atas kendala yang terjadi. Peruri Indonesia menyebutkan, website mereka mengalami peningkatan traffic sehingga mereka menerapkan sistem antrian agar tetap menjaga performa layanan dan dapat melayani seluruh pengguna.

“Kami akan menginformasikan lebih lanjut apabila traffic sudah berjalan normal.” Tulis Peruri Indonesia.

Reporter: Rahmat

Editor: Redaksi