Membaca Realitas

Kasus HIV di Ternate Tembus 1.530, LSL Dominasi Penularan

TERNATE, Kalesang – Situasi Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Ternate kian mengkhawatirkan. Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Utara yang menjalankan program di Maluku Utara mencatat, sejak 2007 hingga Oktober 2025, jumlah kumulatif Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Ternate telah mencapai 1.530 kasus. Kasus tersebut kini didominasi kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL). Selasa (16/12/2025).

Berdasarkan data Kaskade HIV Kota Ternate periode 2007–2025, dari total 1.530 ODHIV kumulatif, sebanyak 1.051 orang telah terdeteksi dan masih hidup. Sementara itu, 479 orang tercatat meninggal dunia. Dari jumlah ODHIV yang masih hidup tersebut, hanya 412 orang yang saat ini menjalani terapi antiretroviral (On ARV), sedangkan 339 lainnya masuk dalam kategori loss to follow up (LFU) atau putus berobat.

Tingginya angka kematian ODHIV tersebut dibenarkan Gamal, pegiat Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Utara yang terlibat dalam program intervensi HIV di Maluku Utara.

Ia menyebutkan bahwa jumlah kematian ODHIV di Kota Ternate telah melampaui 400 kasus.

Selain tingginya angka kematian, Gamal juga mengungkapkan adanya pergeseran signifikan pada kelompok populasi kunci yang terinfeksi HIV. Pada awal pelaksanaan program intervensi HIV di Maluku Utara pada 2011, kasus HIV di Kota Ternate paling banyak ditemukan pada kelompok ibu rumah tangga, dengan jumlah lebih dari 100 kasus.

“Awal program masuk ke Maluku Utara pada 2011, di Kota Ternate itu ditemukan seratus lebih kasus dan paling banyak pada ibu rumah tangga,” ujar Gamal saat diwawancara.

Seiring waktu, pada 2013, penemuan kasus HIV mulai didominasi oleh kelompok pengguna narkoba suntik serta laki-laki dengan perilaku seksual berisiko. Pada periode tersebut, jumlah penemuan kasus tercatat mencapai lebih dari 300 orang.

Namun, tren penularan HIV kembali mengalami perubahan. Sejak 2021 hingga Oktober 2025, kelompok populasi kunci dengan jumlah kasus terbanyak didominasi Lelaki Seks Lelaki.

“Periode 2021 sampai 2025 kebanyakan berasal dari lelaki seks lelaki. Penularan umumnya terjadi melalui hubungan seksual, baik anal maupun oral. Virus HIV terdapat dalam empat cairan tubuh, yaitu darah, cairan sperma, air susu ibu, dan cairan kelamin,” jelas Gamal.

Ia menambahkan, total penemuan kasus HIV pada kelompok LSL sejak awal program hingga Oktober 2025 mencapai 1.530 kasus, sejalan dengan data kumulatif ODHIV dalam kaskade HIV Kota Ternate. Meski demikian, persoalan kepatuhan terhadap pengobatan masih menjadi tantangan serius.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah ODHIV di Kota Ternate yang tidak menjalani terapi antiretroviral (Off ARV) diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang. Angka tersebut baru mencakup kasus yang telah terdata, sementara di luar itu masih terdapat ODHIV yang belum terdeteksi.

“Yang minum obat masih sedikit. Yang tidak minum obat itu sekitar 500 lebih yang terdata di Ternate. Di luar yang terdata, masih banyak yang belum ditemukan,” tutup Gamal.

Reporter : Niar Naraya
Redaktur : Yunita Kaunar