Membaca Realitas

BI Malut Pastikan Stok Pangan Aman, Malut Halal Fair 2026 Siap Digelar

TERNATE, Kalesang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku Utara memastikan kesiapan penyelenggaraan Malut Halal Fair 2026 yang akan dipusatkan di Gedung Duafa Center, Kota Ternate, pada awal Maret mendatang. Kegiatan tahunan ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi syariah di daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.

Kepala KPw BI Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan penyelenggaraan Malut Halal Fair merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi demografi Indonesia yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia.

Menurutnya, sektor industri halal saat ini tumbuh pesat bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, sinergi melalui kegiatan seperti Malut Halal Fair dinilai penting untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar mampu bersaing di pasar global.

“Kekuatan demografis ini adalah mesin penggerak utama. Di Maluku Utara, dengan mayoritas penduduk muslim, kita memiliki potensi besar pada sektor makanan dan minuman halal, pariwisata ramah muslim, hingga modest fashion,” ujar Handi Susila, Kamis (26/2/2026).

Ia menambahkan, Bank Indonesia juga ingin mendorong produk lokal seperti tenun Ternate dan Tidore agar naik kelas menjadi produk high fashion yang mampu menembus pasar internasional.

Selain pengembangan industri kreatif dan program sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha, Bank Indonesia turut memberi perhatian serius terhadap stabilitas harga menjelang bulan suci Ramadan.

Handi menegaskan, berdasarkan data terkini, ketersediaan stok pangan strategis di Maluku Utara berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat untuk jangka waktu yang panjang.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ketahanan stok harus diimbangi dengan perilaku konsumsi masyarakat yang bijak. Warga diimbau untuk menghindari praktik panic buying yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasar.

“Kami memastikan stok pangan aman, mulai dari beras hingga bumbu-bumbuan. Namun masyarakat diharapkan berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Stabilitas harga sangat bergantung pada kedisiplinan kita bersama agar inflasi tetap terkendali selama Ramadan,” pungkasnya.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar