Evakuasi Dramatis di Lereng Dukono, Dua WNA Asal Singapura Ditemukan Meninggal
Ternate, Kalesang – Setelah melalui proses pencarian dan evakuasi yang berlangsung di tengah ancaman aktivitas vulkanik, tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi dua warga negara asing asal Singapura yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Minggu (10/5/2026).
Kedua korban masing-masing bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27). Sebelumnya, mereka dilaporkan hilang setelah erupsi besar Gunung Dukono yang terjadi pada Jumat 8 April 2026.
Jenazah korban ditemukan tim SAR dalam kondisi tertimbun material vulkanik di area sekitar lereng gunung. Tebalnya timbunan abu dan material erupsi membuat proses evakuasi berlangsung cukup lama dan penuh kehati-hatian.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, petugas Pos Pengamatan Gunung Api, serta warga setempat harus bekerja ekstra di tengah kondisi alam yang berisiko tinggi. Selain medan yang berat, aktivitas Gunung Dukono juga masih terpantau fluktuatif dengan semburan abu vulkanik dan lontaran material pijar yang terus terjadi selama proses evakuasi berlangsung.
Baca Juga: Pendaki Lokal Ditemukan Meninggal di Gunung Dukono, Dua WNA Singapura Masih Dicari
Meski dihadapkan pada situasi berbahaya, tim SAR akhirnya berhasil membawa kedua jenazah keluar dari lokasi penemuan. Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Posko Pemantauan Gunung Dukono untuk penanganan awal sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan guna proses identifikasi lebih lanjut.
Salah satu personel SAR di lapangan mengatakan keselamatan tim menjadi prioritas utama selama proses evakuasi dilakukan. Petugas harus beberapa kali menyesuaikan pergerakan dengan kondisi aktivitas gunung yang sewaktu-waktu dapat meningkat.
“Dua korban lain telah di temukan, saat ini tim lagi melakukan evakuasi dan korban meninggal telah di bawa menuju post pemnatawan Gunung Dukono” ujarnya.
Hingga Minggu sore, kawasan sekitar Gunung Dukono masih dipenuhi abu vulkanik akibat aktivitas erupsi yang belum sepenuhnya mereda. Aparat gabungan juga terus mengimbau masyarakat dan pendaki agar tidak mendekati zona berbahaya di sekitar kawah gunung api tersebut.
