TERNATE (kalesang) – Hingga April 2022 Bank Indonesia (BI) Maluku Utara (Malut) mencatat jumlah pengguna QR Code Indonesian Standard (QRIS) di Maluku Utara mencapai 7 ribu.
Sementara jumlah toko (Merchant) maupun pedagang yang telah menggunakan QRIS sebagai alat transaksi pembayaran mencapai 30 ribu toko.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara, Setian mengatakan, pihaknya selalu berupaya untuk melakukan sosialisasi terkait penggunaan QRIS di wilayah Maluku Utara.
“Upaya yang kita lakukan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, salah satunya edukasi kepada siswa-siswi SMP dan SMA se Kota Ternate.”Ungkapnya kepada Kalesang.id ,Minggu (5/6/2022)
Selain itu, ia mengaku pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Ternate dan sejumlah masjid terkait penggunaan QRIS untuk pembayaran zakat, infaq, dan sedekah.
“Baznas menyambut baik untuk penerbitan QRIS, dan kami memfasilitasi bersama pihak Bank Syariah Indonesia dengan menerbitkan QRIS atas nama Baznas, yang dipisahkan menjadi dua, untuk zakat dan infaq sadakah. “Jelasnya
Tambahnya, berdasarkan catatan, sampai saat ini sudah 17 Masjid maupun Mushollah yang menggunakan QRIS.
“Selanjutnya kami berupaya agar penggunaan QRIS di masjid berjalan baik.”Ujarnya.
Sementara itu, ia mengungkapkan penggunaan QRIS akan diupayakan masuk ke sekolah-sekolah.
“Akan dilakukan koordinasi untuk pembayaran SPP sekolah dapat menggunakan QRIS.”Tuturnya.
Untuk diketahui , hingga April lalu transaksi QRIS di Maluku Utara mencapai Rp648 juta dengan total 6.123 kali transaksi.(M-02)
Reporter : Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan
