Varian Omicron Sudah Tersebar di 24 Provinsi, Maluku Utara ‘Masih Aman’
JAKARTA (kalesang) – Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) Republik Indonesia mencatat penambahan kasus varian SAR-CoV-2 B.1.1.529 atau Varian Omicron telah tersebar di 24 provinsi di Indonesia. Peningkatan ini sejak pertama kali diidentifikasi di Indonesia pada 16 Desember 2021.
Dilansir cnnindonesia.com, Selasa (22/2/2022), data per 21 Februari 2022 yang baru diunggah melalui situs resmi, kasus Omicron di Indonesia sudah mencapai 6.257 kasus. Meningkat sebanyak 952 kasus dibandingkan laporan data pada 13 Februari 2022 lalu.
Ada 10 provinsi yang tercatat belum mengidentifikasi varian ini diantaranya, Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Provinsi Papua Barat.
Sejauh ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) baru menetapkan lima varian yang masuk kategori ‘Variant of Concern’ (VoC), yaitu B117 Alfa, B1351 Beta, B1617.2 Delta, B.1.1.529 Omicron, dan P1 Gamma. Hanya P1 yang belum teridentifikasi di Indonesia.
Dari laporan tersebut, kasus varian Delta paling banyak ditemukan di Indonesia dengan jumlah 8.459 kasus. Disusul varian Omicron 6.257 kasus, varian Alfa 83 kasus, dan varian Beta 22 kasus.
Seluruh kasus itu ditemukan melalui pemeriksaan Whole Genome Sequences (WGS) yang dilakukan terhadap total 19.226 spesimen. Jumlah pemeriksaan itu meningkat 976 dalam 10 hari terakhir.
Berikut rangkuman sebaran provinsi dan temuan dari seluruh kasus varian Omicron yang diwaspadai di Indonesia.
Varian Omicron 6.257 Kasus
– Sumatera Utara: 26 kasus
– Sumatera Selatan: 5 kasus
– Riau: 15 kasus
– Lampung: 11 kasus
– Bengkulu: 4 kasus
– Kepulauan Riau: 9 kasus
– Kepulauan Bangka Belitung: 16 kasus
– DKI Jakarta: 4.595 kasus
– Jawa Barat: 621 kasus
– Banten: 469 kasus
– Jawa Tengah: 151 kasus
– Jawa Timur: 113 kasus
– DI Yogyakarta: 35 kasus
– Bali: 39 kasus
– Nusa Tenggara Barat: 4 kasus
– Nusa Tenggara Timur: 2 kasus
– Kalimantan Barat: 2 kasus
– Kalimantan Timur: 13 kasus
– Kalimantan Selatan: 11 kasus
– Kalimantan Tengah: 12 kasus
– Sulawesi Utara: 11 kasus
– Sulawesi Selatan: 8 kasus
– Sulawesi Barat: 1 kasus
– Papua: 84 kasus
– Varian Delta 8.459 Kasus
– Sumatera Utara: 201 kasus
– Sumatera Barat: 75 kasus
– Sumatera Selatan: 65 kasus
– Aceh: 54 kasus
– Bengkulu: 28 kasus
– Riau: 158 kasus
– Lampung: 7 kasus
– Jambi: 241 kasus
– Kepulauan Riau: 374 kasus
– Kepulauan Bangka Belitung: 92 kasus
– Banten: 131 kasus
– Jawa Barat: 1.229 kasus
– DKI Jakarta: 2.340 kasus
– DI Yogyakarta: 132 kasus
– Jawa Timur: 181 kasus
– Jawa Tengah: 465 kasus
– Bali: 399 kasus
– Nusa Tenggara Barat: 68 kasus
– Nusa Tenggara Timur: 118 kasus
– Kalimantan Tengah: 41 kasus
– Kalimantan Timur: 718 kasus
– Kalimantan Utara: 76 kasus
– Kalimantan Barat: 301 kasus
– Kalimantan Selatan: 160 kasus
– Sulawesi Selatan: 198 kasus
– Sulawesi Barat: 40 kasus
– Sulawesi Utara: 243 kasus
– Sulawesi Tengah: 72 kasus
– Sulawesi Tenggara: 20 kasus
– Gorontalo: 30 kasus
– Maluku: 74 kasus
– Maluku Utara: 48 kasus
– Papua: 55 kasus
– Papua Barat: 24 kasus
Varian Alfa 83 Kasus
– Sumatera Utara: 2 kasus
– Riau: 1 kasus
– Sumatera Selatan: 1 kasus
– Lampung: 1 kasus
– Kepulauan Riau: 10 kasus
– DKI Jakarta: 38 kasus
– Jawa Barat: 20 kasus
– Jawa Timur: 4 kasus
– Jawa Tengah: 1 kasus
– Kalimantan Selatan: 1 kasus
– Kalimantan Tengah: 2 kasus
– Bali: 1 kasus
– Nusa Tenggara Timur: 1
Varian Beta 22 Kasus
– Jawa Barat: 3 kasus
– DKI Jakarta: 12 kasus
– Jawa Timur: 6 kasus
– Bali: 1 kasus
