Guru Demo, Penataan Kepsek di Ternate Semrawut, Dikdis dan BKD Tak Singkron
TERNATE (kalesang) – Jumat (10/6/2022) sejumlah guru di Sekolah Dasar (SD) Negeri 50 Kota Ternate memboikot aktivitas belajar mengajar pada SD Negeri 50 Kota Ternate di Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara, Maluku Utara.
Aksi pemboikotan tersebut menyusul penetapan Yati Ali sebagai Plt Kepala Sekolah (Kepsek) di SD Negeri 50 Kota Ternate menggantikan Sutrisno Din yang mengundurkan diri sebagai Kepsek karena sedang sakit.
Pasalnya, sebelum Yati Ali ditugaskan sebagai Plt, seminggu sebelumnya dinas pendidikan (Disdik) telah menetapkan Laela H. Yamani sebagai pelaksana harian (Plh) Kepsek berdasarkan surat tugas pelaksana harian dengan nomor 635/945/2022 tertanggal 30 Mei 2022.
“Satu minggu yang lalu sudah ada Plh yaitu Laela H. Yamani.” Ucap seorang guru kepada Kalesang.id, yang enggan namanya dipublis, Jumat (10/6/2022).
Dirinya menjelaskan, sebelum Laela H. Yamani ditunjuk sebagai Plh kepala sekolah defenitif yakni Sutrisno Din mengundurkan diri dikarenakan sakit, sehingga pihak Disdik Kota Ternate mengeluarkan surat tugas pelaksana harian tersebut.
“Jadi waktu itu kami dengan Ibu Laela sudah rapat dan menyusun program kerja untuk ke depan.” Katanya menjelaskan.
Lanjutnya, selang beberapa hari kemudian pihaknya mendengar ada Surat Keputusan (SK) menetapkan Yati Ali sebagai Plt Kepsek di SD Negeri 50 Kota Ternate.
“Informasinya kami dapatkan dari ibu kepsek Plh dimana suratnya dikeluarkan dari kantor BKD Pemkot Ternate.” Ungkapnya.
Ia mengemukakan, jika hanya ditetapkan sebagai Plt Kepsek SD Negeri 50 Kota Ternate maka masih banyak guru-guru di SD Negeri 50 yang pantas.
“Jadi kalau memang cuma dikirim kemari Plt juga mendingan kami di dalam, kan ada guru-guru yang pangkat dan kemampuan yang pantas untuk menjadi Plt.” Ujarnya lagi.
“Yang kami sangat sayangkan beliau (Yati Ali) dimasa pemerintahan Walikota ini kan dinonjobkan, lalu diangkat kesini lagi. Itu yang membuat kami bingung, kenapa orang yang sudah nonjob mesti diangkat lagi, apa tidak ada guru-guru yang punya kompeten lagi begitu.” Sambungnya.
Tambahnya juga, dengan begitu guru-guru di SD Negeri 50 Kota Ternate berharap pihak berwewenang yang menetapkan SK jangan hanya main copot kemudian dipindahkan begitu saja.
“Tolong cek ke lapangan dulu, karena kami bekerja ditingkat bawah setengah mati, apalagi ini nilai raport juga sudah naik.”Tandasnya sembari mengatakan sekarang ini aktivitas belajar mengajar diliburkan sementara.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate, Muslim Gani saat dimintai tanggapan enggan memberikan keterangan lebih jauh terkait persoalan tersebut, dimana pihaknya akan turun mengecek ke lapangan.
“Kami akan cek di lapangan.” Singkatnya. (m-01)
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Wawan Kurniawan
