TERNATE (kalesang) – Satu dari dua orang anak putus sekolah yakni Kholil dan Sergio G Pinang (Gio) yang dijanjikan Walikota Ternate, M. Tauhid Soleman pada saat perayaan Hari Anak Nasional beberapa waktu lalu belum bisa sepenuhnya terpenuhi.
Pasalnya, dari dua orang anak yang dijanjikan tersebut baru Sergio G Pinang yang masuk ke sekolah, tepatnya di SMP Islam 1 Kota Ternate di lingkungan Ngidi Kelurahan Makassar Barat, Kota Ternate.
Berita Terkait: Sergio Akhirnya Bisa Kembali Bersekolah
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Ternate Muslim Gani mengatakan, sebenarnya Kholil merupakan siswa dari luar yang masuk ke Kota Ternate, sehingga pihaknya membutuhkan beberapa persyaratan.
“Persyaratannya apa? Pertama, Dapodik membutuhkan kartu keluarga, ijazah, akta kelahiran, kalau ketiganya ini ada nama anak tersebut kita bisa input ke Dapodik untuk mendapatkan nomor induk nasional.” Ucap Muslim Rabu (24/8/2022).
Muslim mengemukakan, begitu pihaknya komunikasi dengan keluarga anak tersebut, bahwa ketiga persyaratan tersebut tidak ada. Sehingga membutuhkan komunikasi dengan instansi lainnya yakni Dinas Penduduk dan Pencatatan Sipil.
“Sehingga dicari tahu apakah ada KK ataukah tidak, jika tidak maka dibuatkan KK. Kan dia dari Gorontalo, maka harus komunikasi dengan Dukcapil Gorontalo untuk menanyakan data anak tersebut.” Ungkapnya.
Terkait dengan hal tersebut, Muslim mengaku pihaknya sudah komunikasi dengan Dukcapil, sehingga dalam waktu dekat Kholil bisa diantarkan ke sekolah, minimal melakukan pra-sekolah.
“Rencananya dia (Kholil) di masukkan ke SD ISLAMIYAH 4 Kota Ternate dan sudah komunikasi dengan kepala sekolah.” Akunya.
Alasan Kholil di sekolah kan pada sekolah swasta yakni SD ISLAMIYAH 4 Kota Ternate, Muslim bilang pihaknya mengikuti kemauan anak, yang mana di sekolah tersebut terdapat teman-temannya, sehingga mempermudah untuk beradaptasi.
“Kalaupun mau masuk ke sekolah negeri juga tidak masalah, kita tanya temannya banyak di sekolah mana, contohnya Sergio itu.” Sebut Muslim.
Kendati demikian, ia menambahkan bahwa memang terdapat sekolah-sekolah negeri yang memiliki kuota terbatas pada Dapodik, yang mana biasanya kuotanya hanya sebatas 32 orang dan ketika lebih dari itu Dapodik menolak.
“Dan jika sudah penuh atau tidak bisa, maka di koordinasikan ke kita untuk mencari sekolah yang lain.” Tandas Muslim sembari mengatakan akan namun akan dilihat kemauan anak di sekolah yang mana. (m-01)
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Wawan Kurniawan
