TERNATE (kalesang) – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara, Adil Adha, dalam penyampaian data inflasi, Rabu (2/11/2022), mengatakan, Kota Ternate mengalami inflasi year on year (yoy) pada Oktober 2022 terhadap Oktober 2021 sebesar 3,32 persen.
“inflasi 3,32 persen disumbang oleh, beberapa komoditas diantanya: tarif angkutan udara, bensin, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, dan tarif angkutan dalam kota,”ungkap Adil.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi yoy, antara lain: beberapa jenis ikan segar dan tomat.
“Beberapa komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi mon to mon, antara lain: tarif angkutan udara, cabai merah, cabai rawit, dan beberapa jenis ikan segar,”jelasnya Aidil.
Baca Juga: Nilai Tukar Petani Malut Turun 0,67 Persen
Sementara, indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,75. Inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Tanjung Selor sebesar 9,11 persen dengan IHK sebesar 112,73 dan inflasi yoy terendah terjadi di Kota Ternate sebesar 3,32 persen dengan IHK sebesar 110,75.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks 7 (tujuh) kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,93 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,25 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,63 persen, kelompok transportasi sebesar 23,44 persen,kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,18 persen, kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 0,10 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,62 persen.
Baca Juga: BPS Ternate Rekrut Ratusan Petugas Sensus Regsosek 2022
“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,20 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen, dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,57 persen,”bebernya.
Tingkat inflasi month to month (mtm) Oktober 2022 sebesar -0,49 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) (Oktober 2022 terhadap Desember 2021) Oktober sebesar 2,01 persen. (Red)
Editor: Yunita Kaunar
