Membaca Realitas

Meski Akhir Pekan Wisata Kebun Cengkeh Ternate Sepi Pengunjung

TERNATE (Kalesang) – Kebun Cengkeh salah satu destinasi wisata tepatnya di Kelurahan Gambesi, Ternate Selatan, Maluku Utara, terlihat sunyi walaupun di akhir pekan.

Amatan kalesang.id, kebun dipenuhi puluhan pohon cengeh tua yang semua dahan dan rantingnya tumbuh menjulang, beberapa pohon sudah mengering namun masih banyak pohon yang segar.

Pemandangan Kebun Cengeh ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk sekadar ber-selfie atau menghabiskan waktu untuk bersantai dan selalu ramai, apalagi akhir pekan. Namun diakhir pekan terlihat ini terlihat sepi.

Sebelum masuk ke area kebun, Sudah terlihat papan yang digantung, untuk parkiran mobil dan motor. Dimasing-masing papan, tertulis harga parkir untuk pengunjung yang berwisata. Untuk mobil tiket masuk Rp15 ribu dan motor Rp5 ribu.

Hairul Lapalanti (40) warga Gambesi, Salah penjaga kebun cengkeh bilang, sejak Covid pertama kali di akhir 2019, tempat wisata alam ini mulai sunyi, bahkan jarang pengunjung.

“Dulu, diakhir pekan begini, sangat ramai, namun sekarang bisa dihitung dengan jari.” Ungkapnya pada kalesang.id, Minggu (13/11/2022).

“Sekarang pendapatan juga berkurang, kadang dalam sehari tidak sampai Rp100 ribu, sebelumnya bisa mencapai Rp600 ribu.” Katanya.

Ia mengaku, uang yang didapatkan dari pengunjung itu, untuk beli rokok buat penjaga dan merawat wisata kebun cengkeh.

Om Irul, sapaan akrabnya menambahkan, sekarang sudah banyak tempat wisata yang tempatnya lebih nyaman dan semua fasilitas bisa terjangkau, wisata kebun ini hanya untuk foto-foto saja, orang-orang tidak bisa lama duduk, karena fasilitasnya juga kurang.

Walaupun terlihat sunyi, salah satu pengunjung berasal dari Sula Jumi Umaternate (23), mengaku sampai ke Ternate tidak berkunjung ke kebun cengkeh rasanya tidak afdol.

ia juga menambahkan, Kota Ternate dikenal dengan kekayaan rempah-rempah yang sangat melimpah, yang tumbuh subur ditanah. Salah satunya, cengkeh.

“Jadi harus kesini, melihat pohon cengkeh yang sudah lama, seperti melihat sejarah pada masa lampau.” Ungkapnya.

“Saya mengenal Tempat wisata ini sejak 2016 silam, yah walaupun sunyi, ranting pohon yang sudah tua, tapi terus kesini walaupun hanya foto-foto.” Katanya. (tr-04)

 

 

Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Wawan Kurniawan