Gaji Guru Honda Diduga Dipotong, Simak Penjelasan Plt. Kadis Pendidikan Kepsul
SANANA (Kalesang) – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepualaun Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara, Maulana Usia sebut informasi dugaan pemotongan gaji guru honor daerah (Honda) tidak benar.
Pada Senin(26/12/2022) pagi, Maulana mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat terbuka bersama sejumlah guru Honda. Tetapi tidak ada satupun yang mengakui adanya pemotongan gaji.
“Saya baru selesai rapat dengan guru, tapi ternyata isu atau informasi dugaan pemotongan gaji oleh pihak dinas tidak benar. Karena tidak ada satupun yang mengakui kepada kami.” Katanya.
Selain itu, lanjut Maulan, Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan sebelumnya, yakni Rifai Haitami telah menandatangani kontrak guru honda selama setahun. Jadi, saat ini dirinya melakukan pembayaran sesuai dengan penandatanganan kontrak yang sudah dilakukan oleh kadis sebelumnya.
Baca Juga: Peresmian Polres Taliabu Tunggu Jadwal Polda Malut
“Gaji mereka itu kami bayar selama setahun. Sekarang sudah terbayar selama sepuluh bulan dengan nilai Rp7,5 juta per orang. Untuk dua bulan masih dalam proses di keuangan.” Ucapnya.
Setiap guru Honda, kata Maulana, per bulan senilai diterima Rp750.000. Maka selama satu tahun diterima sebesar Rp9 juta. Gaji yang diterima itu langsung ditransfer ke rekening masing-masing.
“Bagaimana bisa kami dari dinas lakukan pemotongan gaji kalau uang masuk ke rekening masing-masing.” Pungkasnya.(tr-02)
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
