Membaca Realitas

2022 Tangani 26 Kasus, Dinas Pemadam Kebakaran Ternate Akui Sering Kena Prank

Dari 7 Armada Pemadam Hanya 2 yang Beroperasi

TERNATE (kalesang) – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ternate mencatat sedikitnya terdapat 26 kali kebakaran sepanjang tahun 2022 di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Berdasarkan data tersebut, kebakaran terjadi paling banyak disebabkan oleh arus pendek atau korsleting listrik, kompor meledak, korek api, serta sisa puntung rokok.

Terakhir, dipenghujung tahun 2022 insiden kebakaran kembali terjadi pada mobil angkutan kota (angkot) di Jl. Merdeka Kelurahan Santiong, Kota Ternate, Jumat (30/12/2022) sore, yang juga diduga akibat arus pendek.

Meskipun begitu, Kadis Damkar Kota Ternate Arwan Andili, mengaku pihaknya juga beberapa kali menerima informasi tidak benar (hoax) soal terjadinya kebakaran.

“Tahun 2022 itu 3 kali ada informasi kebakaran, di Bastiong, Jambula, Kalumata, ternyata saat turun lapangan tidak ada.” Ucap Arwan saat kepada kalesang.id, Selasa (3/1/2022).

Terkait dengan jumlah saat ini pihaknya memiliki 7 unit armada, namun dirinya berencana menganggarkan Rp300 juta untuk biaya pemeliharaan tujuh armada tersebut.

Sebab, Arwan menjelaskan, armada yang tersedia di Damkar Kota Ternate saat ini hanya 2 yang bisa beroperasi.

“Jadi kalau ada kebakaran di daerah ketinggian maka kami agak susah untuk menanganinya, karena hanya dua armada saja bisa jangkau.” Katanya.

Lanjutnya, selain pemeliharaan tujuh 7 unit armada, Damkar Kota Ternate juga mendapat anggaran sebesar Rp50 juta sebagai biaya Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas pemadam.

“Ada juga pengadaan selang pemadam api dengan nilai Rp200 juta.” Ujar Arwan.

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Wawan Kurniawan