Modal Gula 2 Kilo, Ne Gam Cahaya Ternate Hasilkan Banyak Produk
Sebagian Produknya Dititipkan di Pasar Swalayan Tara Noate
TERNATE (Kalesang) – Banyak orang yang belum tahu terhadap buah pala yang ternyata bisa menghasilkan uang.
Selain biji dan fuli pala yang bisa dijual, ada juga daging pala yang bisa diolah dengan berabagai macam untuk dijual.
Buktinya, seorang perempuan 51 tahun yang tinggal di Kelurahan Marikrubu, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yakni Kesiyati yang memanfatkan pala untuk membuat manisan.
Kesiyati menceritakan, di tahun 2014 dia mencoba untuk membuat manisan pala. Kemudian dia memanfaatkan dua warung di dekat rumahnya untuk jual produk tersebut.
“Jadi yang pertama itu saya cuma buat 50 bungkus. Satu bungkus harga Rp800. Modal awal itu hanya beli gula pasir 2 kilo.” Kata Kesiyati kepada kalesang.id, Kamis, (5/1/2023).
Baca Juga: Dipaksa Kerja Kantoran, Wahyudi Pilih Usaha Kedai Kopi di Kota Ternate
Setelah dari itu, lanjutnya, ia memberanikan diri untuk membuat lebih banyak manisan pala. Yang awalnya hanya dua warung, namun disebarkan di seluruh warung yang ada di Kelurahan Marikrubu dan Kelurahan Kalumpang.
“Setiap warung saya titipkan sebanyak 50 bungkus manisan pala.” Ungkap perempuan dua anak itu.
Tentu, kata Kesy, sapaan akrab Kesiyati, langkah untuk membuat usaha manisan ini sebenarnya karena keterdesakan kebutuhan ekonomi. Karena, Kesy sendiri tidak punya sama sekali pengetahuan tentang bisnis.
“Alhamdulillah, dari dengan modal berani, ternyata bisa berjalan sampai sekarang.” Terangnya.
Baca Juga: Rima Jaozah Harap Markeast Jadi Penopang UMKM di Kota Ternate
Di tahun 2015, Kesy mengaku pernah ikut pelatihan yang dilakukan oleh Kementerian Riset dan Teknologi tentang pengolahan buah pala menjadi produk sirup dan selei. Dari pelatihan itu dia mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Kebetulan suami saya, Thaib H. Zen Tomaito kerja di Disperindagkop dan UKM Kota Ternate. Makanya ikut membantu.” Bebernya.
Saat ini, Kesy menambahkan, selain manisan pala, dia juga sudah menghasilkan beberapa produk, di antaranya, kripik pala, stik pala, crispy pala, sirup sari pala, olahan kenari, teh rempah, teh bunga telang dan olahan ikan tuna.
“Suami saya pun mendukung usaha ini. Kebetulan kami juga punya kebun pala sendiri.” Katanya.
Jadi, kata Kesy, usaha yang saat ini telah dikembangkan itu, diberi nama dengan sebutan Ne Gam Cahaya.
Baca Juga: Lia Djalaludin, Perempuan 23 Tahun Bangun Usaha di Kota Ternate
“Produk yang saya miliki ini sudah diminati orang-orang dari luar negeri, seperti Malaysia. Selain punya tempat sendiri, saya juga masukkan produk saya di pasar Swalayan Tara Noate.” Ucapnya.
Selain di pasar Swalayan Tara Noate, Kesy juga telah titipkan produknya di Hotel Batik, toko Rizky, toko Anugrah, toko Puspa Kencana dan toko Muhajirin.
“Pendapatan yang saya dapatkan sudah sangat cukup untuk kebutuhan keluarga.” Ujarnya.
Sejauh ini, Kesy menyampaikan, sudah ada lima karyawan yang membantunya dalam menghasilkan berbagai produk miliknya.
“Anak saya yang pertama, yaitu Iin Islami juga sudah ikut membantu saya dalam mengembangkan usaha. Terutama di bagian promosi lewat media sosial.” Katanya.
Bukan saja Iin, kata Kesy, tetapi anak keduanya juga sangat ikut membantu dalam mengelola bisnis.
“Iya benar, anak yang kedua saya juga ikut bantu. Anak-anak saya yang kelola media sosial seperti Instagram @Ne Gam Cahaya.” Tukasnya.
Kesy harap kepada anak muda milenial yang lebih paham pemasaran dan lebih menguasai media sosial untuk manfaatkan sumber daya alam yang ada. Berusaha agar lebih produktif tidak selalu membeli, mencoba untuk berkembang itu lebih baik.
“Saat ini pemerintah sudah cukup membantu saya. Saya harap pemerintah juga membantu para pelaku UMKM yang baru memulai usahanya agar bisa membantu orang lain dan semoga usaha saya bangun ini terus berkembang.” Harapnya.(tr-04)
Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Junaidi Drakel
