Membaca Realitas

Sehari Hanya 10 Pembeli di Pasar Buah Tidore

Pedagang: Akan Laris Kecuali di Hari Raya

 

TIDORE (kalesang) – Dalam sehari hanya sepuluh pembeli yang berbelanja di pasar buah Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara.

Dewi, salah satu pedagang buah di samping kiri pintu masuk terminal Soasio mengatakan, dagangannya banyak yang laku pada hari-hari tertentu saja. Misalnya di hari raya, dan kegiatan-kegiatan tertentu.

“Kalau di hari raya atau ada kegiatan tertentu, baru pembeli ikut meningkat.” Katanya kepada kalesang.id, Sabtu (6/1/2023).

Dalam sehari, lanjut perempuan 30 tahun itu, ia bisa raup Rp700 ribu. Jumlah tersebut masih pendapatan kotor, kalau untuk pendapat bersih hanya Rp200 per hari.

Baca Juga: Rempah Ternate Terus Terjadi Perubahan Harga

“Belum lagi kita makan setiap hari yang diambil dari situ.” Ungkapnya.

Berdasarkan pantauan kalesang.id, empat lapak yang menghadap ke arah gunung Kie Matubu itu berjualan berbagai jenis buah-buah dengan harga yang bervariasi.

Buah yang diimpor seperti apel dan anggur melalui tol laut dijual dengan harga yang cukup bisa dijangkau pembeli, untuk apel biasa dijual seharga Rp70 ribu per kilo, apel premium Rp100 ribu per kilo, apel Cina rata-rata dijual Rp35 ribu per empat buah, dan anggur Rp150 ribu per kilo.

Baca Juga: KSOP Ternate Tunda Keberangkatan Sejumlah Kapal di Maluku Utara

Sedangkan untuk harga buah yang diambil dari Ternate, yakni semangka Rp15 ribu per kilo, melon Rp25 ribu per kilo, salak Rp15 ribu per kilo, dan lemon manis Rp30 ribu per kilo.

Sementara buah pepaya, dijual berdasarkan ukuran yang tentunya bervariasi harganya,  dari harga Rp5 ribu per buah dan Rp15 ribu per buah.

Ini Video Pasar Buah di Tidore 

 

Reporter: M. Rahmat Syafruddin

Redaktur: Junaidi Drakel