Membaca Realitas

Pelabuhan Sanana Kepulauan Sula Layak Direhab

Kapal Sering Berlabuh

SANANA (kalesang) – Warga Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, anggap pelabuhan Sanana sudah layak direhab.

Dermaga yang berada di antara Desa Fagudu dan Desa Mangon itu tak mampu jika kapal lebih dari 4. Sehingga, kapal yang masuk belakangan harus berlabuh di lautan.

“Kapasitas pelabuhan terlalu kecil, sehingga pembongkaran barang yang mestinya dua hari, bisa jadi sampai dengan seminggu.” Kata seorang distributor barang pokok di Kecamatan Sanana, Kamis (12/1/2023).

Baca Juga: Cek Wilayah di Maluku Utara yang Diprediksi Hujan di Malam Hari

Pembongkaran yang memakan waktu seminggu ini, lanjutnya, karena kapal yang memuat gula, beras, tepung terigu, semen dan lainnya itu tidak sandar di dermaga, tetapi berlabuh. Makanya distributor gunakan jasa fiber atau longbout.

Baca Juga: Hore! Hasil Seleksi Sanggah PPPK JF Tenaga Kesehatan 2022 di Kepulauan Sula Diumumkan

”Kalau kapal langsung sandar di pelabuhan, maka muatan yang dibongkar juga tidak makan waktu lama.” Ucapnya.

Salah satu kapal sedang bongkar muatan

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Sanana saat ditemui tidak berada di kantor.

Baca Juga: Pemkab Pulau Taliabu Umumkan Hasil Seleksi Kompetensi Pasca Sanggah Nakes Tahun 2022

“Bapak kepala sudah kembali ke rumah.” Ucap seorang staf.

Sementara Isran, salah satu buruh pelabuhan laut Sanana mengaku sering bongkar muatan dengan gunakan longboat.

“Saya sudah sering bongkar muatan pakai longboat. Karena kalau KM. Permata Obi sudah masuk dari Ternate atau Ambon, maka yang jelas kapal yang lain harus keluar dari pelabuhan.” Pungkasnya.

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel