Atasi DBD di Kota Ternate Butuh Kerja Sama di Lintas Sektor
Ketua IDI: Harus Jaga Kebersihan dan Perilaku dari Masyarakat
TERNATE (kalesang) – Mengatasi masalah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), butuh kerja sama lintas sektor.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Ternate, Ali Akbar Taslim mengatakan, pengertian DBD adalah salah satu infeksi virus yang disebabkan dari dua faktor nyamuk.
“Yaitu Aedes Aegypti dan Aedes. Kebanyakan secara umum DBD penyebabnya dari nyamuk Aedes Aegypti.” Kata Ali pada saat live di Instagram kalesang pekan kemarin.
Menurutnya, ada tanda-tanda orang terkena gejala DBD, yaitu suhu 38 celcius hingga 40 celcius, rasa nyeri sendi, rasa mual, muntah berdarah bahkan sampai komplikasi shok maupun kematian.
Baca Juga: Kelurahan Gamalama Kota Ternate Nihil Kasus DBD
“Oleh karena itu, harus jaga kebersihan dan juga perilaku dari masyarakat, karena nyamuk itu hidup di genangan air dan tempat kotor. Sehingga menimbulkan nyamuk yang bisa menggigit manusia.” Ucapnya.
Usia berpotensi terkena DBD itu, kata Ali, hampir semua golongan, mulai dari bayi, remaja, maupun orang dewasa. Jadi tidak ada batasan umur.
Baca Juga: 500 Warga Kepulauan Sula Buat SKCK
“Bagi yang tertular DBD, harus diperiksa melalui lep Trombosit, Hematokrit, Leukosit jadi gejala objektif tandanya itu demam tinggi tidak turun, sering mual, bintik-bintik dan juga nyeri sendi, ini bisa terjadi pada saat pergantian cuaca.” Ungkapnya.
Risiko seseorang itu tertular virus DBD itu, pertama sanitasinya kurang baik, kedua perilakunya, ketiga kesadaran.
”Maka dari itu, peran Dinas Kesehatan dan puskesmas maupun pemerintah kelurahan sangat penting.” Bebernya.
Baca Juga: Harga Rempah Ternate Fuli Turun
Minimal, kata Ali, harus dilakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kemudian Menguras Menutup dan Mendaur (3M) ulang, perlu dilakukan pembersihan bak mandi dengan ember dan menguras ulang barang bekas.
“Saya kira Kepala Dinas Kesehatan dan lurah sosialisasi di masyarakat terkait pencegahan DBD dalam rangka memutus mata rantai nyamuk.” Pungkasnya.(tr-02)
Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Junaidi Drakel
