Membaca Realitas

Gejala Kasus DBD di Kepulauan Sula Tercatat Sebanyak 14 Orang

Suryati: Pekan Ini Kami Sudah Eksen

 

SANANA (Kalesang) – Gejala kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) di Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara tercatat sebanyak 14 orang.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Sula, Suryati Abdullah mengaku, dengan adanya kasus tersebut, waktu dekat akan dilibatkan pihak-pihak yang dianggap penting di setiap desa untuk melakukan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSM). Hal ini dalam rangka mencegah atau mengurangi angka kasus DBD di Kepulauan Sula.

“Kami akan kerja sama dengan kepala desa, Babinkamtibmas dan Babinsa agar sama-sama bisa menjaga lingkungan dalam bentuk melakukan penyemprotan lokasi tertentu maupun rumah warga yang menjadi tempat sarang nyamuk.” Katanya kepada kelasang.id, Kamis (2/2/2023).

Baca Juga: Pemain Liga 1 Indonesia Minta Bupati Fifian Adeningsih Mus Kembangkan Sepak Bola di Kepulauan Sula

Sebenarnya, lanjut Suryati, kasusnya belum bisa dikatakan DBD. Karena baru dicurigai adanya gejala DBD yang berjumlah 14 orang, yang sebagian besarnya anak-anak. Tentu, hal ini berdasarkan penyelidikan epidemiologi Dinas Kesehatan yang sudah dicurigai gejala DBD sejak Desember 2022 lalu.

“Maka dari itu langkah-langkah antisipasi pencegahan sudah dilakukan sejak Desember 2022. Hanya saja kami melihat di lapangan agenda pembasmian sarang nyamuk belum maksimal.” Ucapnya.

Baca Juga: Satpol-PP Korban Kembang Api di Kepulauan Sula Terus Dapat Dukungan Masyarakat

Jadi, Suryati menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan desa untuk menjadwalkan terkait pembersihan sarang nyamuk di setiap rumah.

“Yang jelas pekan ini kami sudah mulai eksen, karena sesuai kesepakatan kami dengan sejumlah desa yakni, Desa Fogi, Fatcei dan Desa Mangon.” Pungkasnya.

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel