Membaca Realitas

Inspektorat Maluku Utara Audit Kinerja Kepala Sekolah SMKN-1 Ternate

Dilakukan Selama 12 Hari, Audit Dilakukan Menyeluruh

TERNATE (kalesang) – Inspektorat Provinsi Maluku Utara (Malut), meninjau langsung SMK N-1 Kota Ternate, untuk melakukan audit kinerja kaitan dengan adiminstrasi dan dugaan penyelewengan anggaran di sekolah tersebut.

Hal ini dilakukan menyusul adanya perseteruan antara Kepala Sekolah SMKN-1 Ternate Nurdjana Tahir Junus dengan dewan guru yang menganggap selama menjabat kepala sekolah, Nurjana tidak mengelola manajeman dengan baik, baik itu manajemen kerja maupun menajemen keuangan.

Perseteruan itu berujung pada aksi yang dilakukan guru yang melibatkan seluruh siswa yang digelar Rabu (1/2/2023).

Kepala inspektorat Provinsi Malut, Nirwan M.T.Ali mengatakan, tuntutan dewan guru di sekolah di SMK N-1 Kota Ternate sudah sejak berapa pekan sudah, dan telah dilakukan mediasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara .

Kemudian Dikbud menindak lanjuti tuntutan itu dengan menyampaikan ke inspektorat Provinsi Malut, untuk dilakukan proses pemeriksaan kaitan hal-hal di SMK N-1 Kota Ternate.

“Saya telah mengeluarkan SK sekaligus membentuk tim untuk dilakukan pemeriksaan masalah di SMK N -1 Kota Ternate, dengan jangka waktu dua belas hari.”Ungkap Nirwan Kamis (2/2/2023).

Ia mengaku, pihaknya bersama tim inspektorat melakukan audit kinerja, jadi semuanya harus kompetitif jika diaudit inspektorat, baik itu bukti adiminstrasi maupun dan dugaan penyelewengan.

Dalam pemeriksaan berdasarkan pantauan tuntutan yang disampaikan Dikbud, jika bersentuhan dengan keuangan atau adiminstrasi, maka akan dilihat hasil akhir nanti.

“Kita akan memberikan rekomendasi pada gubernur, jika hasil pemeriksaan sudah selesai dilaksanakan, karena beliau punya hak progratif mengeluarkan keputusan.”Ucap Nirwan

Kata dia, dalam pemeriksaan nanti dirinya akan memanggil Kepala sekolah (Kepsek), Kasubag Perencanaan, bendahara, dewan guru, komite maupun Kepala Cabang Dinas (KCD) Dikbud Malut.

“Saya potret yang benar dikatakan benar dan salah tetap dikatakan salah, intinya kami punya patokan di gubernur sesuai tugas kami.” Tegas Nirwan.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMK N-1 Kota Ternate, Nurdjana Tahir Junus menambahkan, pihaknya sudah bertemu dengan inspektorat dan para timnya dan akan berlangsung sampai dua belas hari kedepan saat melakukan investigasi.

“Kita akan dipanggil dan dilakukan pemeriksaan oleh inspektorat, sehingga semua masalah jelas.”Ujar Nurdjana.

Ia mengaku, soal perseturuan dirinya dengan guru-guru di internal sekolah ini hanya salah komunikasi, namun ia mengaku menyesal jika siswa terlibat, karena dunia pendidikan katanya tidak bisa lumpuh.

“Saya sangat sayangkan karena dampaknya pada siswa di sekolah.” Ucap Nurjana.

Ia berharap, dengan adanya masalah di sekolah maka pihaknya belajar lebih dewasa dalam menyiapkan segala hal, terutama kaitan dengan pengelolaan manajemen di sekolah.

“Sehingga saya bijaksana dan ini bagian dari pembelajaran, intinya miskomunikasi tidak ada masalah lain.” Tutup Nurdjana.(tr-02)

 

Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Wawan Kurniawan