Membaca Realitas

Dinas PUPR Maluku Utara Gelontorkan Dana Miliaran Rupiah untuk Cegah Stunting

TERNATE (kalesang) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara alokasikan anggaran milaiar rupiah untuk penanganan Stunting di 10 kabupaten kota.  Dana tersebut digunakan untuk program air limbah perdesaan dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Kepala Dinas PUPR Malut, Saifudin Djuba mengatakan, dalam penanganan Stunting diperlukan kolaborasi lintas kementerian dan antar lembaga.

“Kami di Dinas PUPR Malut mendukung dalam penyediaan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi sehingga melahirkan lingkungan yang sehat.” Kata Saiffudin saat presentasinya kepada peserta di kegiatan Rakor TPPS provinsi dan kabupaten/kota se Malut di Red Star Resto & Function Hall, Kamis (23/02/2023).

Baca Juga: Dorong Pertumbahan Ekonomi, PUPR Maluku Utara Alokasikan Dana Rp20 M di Pulau Mangoli

Melalui program air limbah perdesaan,  lanjut Saifuddin, pembangunan sanitasi akan diprioritaskan pada kawasan kumuh dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.

“Hal itu melalui pelibatan masyarakat. Diharapkan masyarakat lebih merasa memiliki infrastruktur yang dibangun sehingga pemeliharaannya lebih terjamin.” Harapnya.

Program ini, kata Saifuddin, tentu bertujuan untuk mengurangi jumlah masyarakat yang melakukan buang air besar sembarangan (BABS).

“Upaya penyediaan air minum berkaitan dengan ketersediaan sanitasi sehat. Perilaku BABS juga dapat mengakibatkan pencemaran air. Tidak hanya di perdesaan, di perkotaan misalnya dengan luasan rumah yang semakin kecil, yaitu 60 m jarak antara tangki septik dan sumur bor sangat dekat. Sehingga tangki septik harus dibuat benar, secara periodik disedot dengan mobil tinja dan diolah pada Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL.” Bebernya.

Baca Juga: Kadis PUPR Maluku Utara Bersama Jajaran Rapat Antisipasti Keterlambatan Lelang Proyek

Jadi, dia menambahkan, Dinas PUPR Malut akan melaksanakan kegiatan Pamsimas yang akan melibatkan masyarakat dengan dibantu oleh fasilitator.

Kegiatan yang dilakukan, kata Saifuddin, adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) atau perluasan SPAM yang ada dengan modul sambungan rumah, maupun SPAM yang ada dioptimalkan melalui rehabilitasi dan perluasan sambungan rumah.

“Dalam program Pamsimas, Dinas PUPR melalui Bidang Cipta Karya akan melakukan pembangunan SPAM baru. Kita juga lakukan perluasan SPAM eksisting dengan modul sambungan rumah.” Ujarnya.

Tentu, Saifuddin mengungkapkan, terpenuhinya sanitasi air bersih memiliki pengaruh besar terhadap angka penurunan Stunting di Indonesia. Kebersihan air dan lingkungan sangat berpengaruh pada asupan gizi yang diterima pada tubuh anak.

“Sanitasi dibutuhkan agar tidak cacingan. Karena walaupun gizinya banyak yang baik, tapi dimakan cacing di dalam tubuh, maka menyebabkan kekurangan gizi yang kronis.” Pungkasnya.

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel