Membaca Realitas

Puskesmas Akelamo Tidore ‘Terpaksa’ Hentikan Pelayanan BPJS Kesehatan Rawat Inap

Terkendala Masalah STR dan SIP, Senin Dinkes Kirim Dokter Bantu

TIDORE (kalesang) -Kamis (23/2/2023) lalu, warga Oba Tengah yang mengantungkan urusan kesehatan di Puskesmas Akelamo, Oba Tengah, Tidore Kepulauan, resah.

Pasalnya pihak Puskesmas rawat Inap itu, mengeluarkan pemberitahuan terkait penghentian penerapan BPJS kesehatan khusus untuk rawat inap, lantaran belum ada dokter di Puskesmas yang memiliki Surat Izin Praktek (SIP).

Warga sontak kaget, karna banyak yang mengandalkan layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk mengatasi biaya perawatan rawat inap.

Penghentian jaminan sosial  kesehatan itu lantaran tidak ada dokter yang memiliki surat izin praktek. Makanya,

pihak Pusksmas tidak bisa melakukan klaim ke BPJS.

“Karena tidak ada SIP, maka ibarat Puskesmas tidak ada dokter, jadi kita tidak bisa bikin klaim.” Beber kepala Puskesmas Rawat Inap Akelamo dr. Dinar Indraswari saat dikonfirmasi kalesang Sabtu (25/2/2023).

Dokter yang menjabat kepala puskesmas Akelamo pada 27 Januari 2023 lalu itu menambahkan jika dirinya juga hingga saat ini belum memperpanjang SIP  karena seblumnya dirinya selama satu tahun menjabat kepala Puskesmas di Talagamori tidak melakukan pelayanan.

“Jadi saya pikir setelah pindah juga tidak melakukan pelayanan.” Tuturnya.

Katanya, meskipun proses STR dan SIP masih sementara berjalan, namun dirinya turun melakukan pelayanan, karena tak ada dokter praktek.

dr. Dinar menambahkan jika masalah terkait tersebut sudah diatasi Dinas  Kesehatan Kota Tidore dengan mengirimkan dokter bantu.

“Itu sudah clear sih, mungkin hari Senin sudah ada dokter bantu dan mungkin BPJS kembali diberlakukan.”Katanya.

Katanya pihak Puskesmas tetap melayani pasien umum atau rawat jalan yang menggunakan BPJS. Begitu juga dengan rawat inap, tetapi berbayar, karena tidak bisa di klaim.

“Karena kemarin ada sedikit kendala jadi butuh waktu agak lama. Sekarang sudah dua minggu pengurusnya.” Jelas dr Dinar.

Dirinya mengaku saat tinjauan komisi III DPRD dan KNPI, ia meminta agar ada penambahan tenaga dokter.

“Idealnya kalau Puskesmas rawat inap itu tiga tenaga dokter yaitu satu tenaga di UGD, satunya di ruang Poli, dan sisanya satu dokter itu di pelayanan luar. Namun kita memiliki keterbatasan tenaga dokter.”Pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore saat dikonfirmasi via WhatsApp untuk dimintai keterangan, belum memberikan tanggapan.

 

Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Wawan Kurniawan