Membaca Realitas

Dianggap Baik untuk Kesehatan, Pemilik Mohiya Home Industri Gunakan Tepung Sagu

TERNATE (kalesang) – Sagu merupakan salah satu makanan khas daerah timur dan sangat mudah untuk didapatkan, termasuk di Kota Ternate, Maluku Utara.

Sagu, sudah banyak dibuat berbagai bentuk olahan, seperti papeda maupun dijadikan cemilan dan kue.

Meski mudah didapatkan, namun tidak semua orang mau manfaatkan untuk mendapatkan keuntungan dari sagu ini. Tapi, tidak dengan ibu rumah tangga satu ini yang mulai usaha dengan manfaatkan olahan tepung sagu.

Ia adalah Siti Mr. Adam, pemilik usaha Mohiya Home Industri yang saat ini dikenal dengan sejumlah produknya yang terbuat dari olahan sagu, sejak tahun 2017, Yang beralamat di Kelurahan Salahuddin, Kecamatan Ternate Tengah.

Siti menceritakan, nama yang ia pakai itu berasal dari bahasa Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, yang artinya enak, ketika menyantap hidangan makanan.

Sebelum memulai usaha oleh-oleh khas Kota Ternate ini, Siti adalah seorang lulusan sarjana pendidikan yang bekerja di salah satu kantor swasta, yang berfokus pendamping kelompok pemberdayaan di beberapa kabupaten di Pulau Halmahera.

Baca Juga: Kuliah di Unkhair Ternate Sambil Jadi Content Creator di Ruang Kopi

Siti bekerja sejak tahun 1995, ia merupakan salah satu perempuan yang aktif menjadi seorang narasumber di berbagai kegiatan ketika turun pendampingan. Hal ini membuatnya terbiasa dengan rutinitas tersebut. Namun, dengan karir yang cukup gemilang, membuatnya jauh dari keluarga kecilnya. Karena tidak punya banyak waktu.

Melihat hal tersebut, lama-kelamaan ia pun kembali berpikir dengan rutinitas seperti itu, hingga akhirnya di tahun 2017, ia pun memutuskan resign dari kerjanya.

“Sejak putuskan untuk resign, keseharian saya sudah terbatas, hanya fokus untuk keluarga. Aktivitas sehari-hari saya sebagai ibu rumah tangga.” Katanya kepada kalesang.id, Selasa (7/3/2023).

Bagi Siti, menjadi seorang IRT tidaklah mudah. Karena berbanding terbalik dengan rutinitas sebelumnya sebagai pekerja swasta, yang sibuk dengan pekerjaan. Suatu hari, ia coba membuat stik keju, sebagai cemilan untuk menemani hari-hari ketika sedang santai ataupun kumpul keluarga.

“Jadi pertama saya buat stik. Pas dicoba oleh keluarga yang datang di rumah, katanya sedap. Mereka bawa untuk dicoba ke keluarga yang lain dan teman-teman. Dari situlah banyak respon baik dari mereka agar terus buat stik ini dan untuk penjualan dibantu oleh mereka.” Ucapnya.

Dengan respon baik seperti itu, Siti pun mulai untuk buat stik yang sama. Namun, ketakutan masih ada di benaknya, karena takut rasa yang awal tidak lagi sama dengan yang baru dibuatnya.

Namun, dengan dukungan dari suaminya, Dedi Makatita dan keluarga membuatnya semakin gigih untuk buat lebih banyak cemilan tersebut.

Baca Juga: Cerita Fitrah Bangun Usaha Kedai Rotasi Coffee Leb

Setelah stiknya selesai dibuat, Siti alami kendala dalam hal kemasan, karena sebelumnya, ia tidak punya kemasan yang menarik untuk produknya. Ia hanya pakai plastik biasa.

“Pertama itu masih repot pakai kemasan apa, masa saya harus pakai plastik biasa saja. Lagi-lagi keluarga dan teman-teman tetap support, dan stik itu saya titipkan di Pasar Swalayan Tara Noate untuk pertama kalinya.” Ujarnya.

Meski hanya stik, Siti yang sebelumnya tidak terlalu suka dengan membuat kue pun mulai dipercaya. Hingga akhirnya orderan pun mulai diterima dari hari ke hari.

Dengan banyak orderan yang diterima, ide pun muncul dari perempuan dua anak itu untuk buat lebih banyak lagi produk-produk, dengan manfaatkan sumber daya alam, seperti olahan sagu dan kenari.

“Untuk olahan sagu ini, sudah dari dulu jadi impian saya. Ke depannya punya usaha untuk kembangkan produk lokal, salah satunya adalah sagu.” Katanya.

Menurut Siti, untuk produk ia lebih banyak pakai tepung sagu. Karena sangat mudah didapatkan, dan tentunya sangat baik bagi kesehatan tubuh.

“Ada olahan produk yang masih pakai tepung terigu, tapi lebih banyak tepung sagu.” Bebernya.

Untuk saat ini, lanjut perempuan berumur 50 tahun itu, ia mulai kembangkan usaha menjadi berbagai macam olahan dengan varian rasa.

“Ada sekitar 30 lebih produk. Untuk olahan sagu ada enam rasa, olahan ikan berbagai varian rasa, kopi rempah, kopi guraka dan kopi gula aren.” Bebernya.

Baca Juga: Indri Manfaatkan Media Sosial untuk Jualan Online Sejak SMA

Sebagai seorang yang sudah berkecimpung di dunia bisnis seperti ini, Siti selalu berbagi pengetahuan kepada kelompok dasawisma, tetangga ataupun keluarga yang ingin belajar untuk produk seperti dirinya.

“Biasanya ada yang panggil, tanya resep ataupun olahan produk. Siapa yang mau belajar saya tetap berbagi. Hal ini saya lakukan agar orang-orang juga semangat untuk mulai usaha yang sama seperti saya.” Ujarnya.

Untuk bangun usaha seperti ini, kata Siti, hal yang perlu disiapkan adalah kemauan, jika ada kemauan pasti bisa jalan dengan baik. Tentunya, semangat harus tetap dijaga.

“Bangun usaha seperti ini tidak setiap kali dapat untung juga, harus sabar.” Ungkapnya.

Siti mengaku, pemerintah cukup membantu para pelaku UMKM yang ada di Kota Ternate.

“Semoga ke depannya usaha yang kami kembangkan ini selalu dapat perhatian dari pemerintah dan untuk pelaku usaha yang baru jalan, pemerintah juga harus perhatikan.” Tandasnya.(tr-04)

 

Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Junaidi Drakel