Membaca Realitas

Suspek Campak di Ternate Capai 27 Kasus

Rata-rata Belum Terima Vaksinasi Dasar

TERNATE (kalesang) – Kasus campak pada bulan Januari sampai Maret 2023 di Kota Ternate, Maluku Utara capai 27 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Ternate dr. Wirda Albaar mengungkapkan 27 kasus campak tersebut merupakan data per 8 Maret 2023, yang merupakan rekapan kasus bulan Januari sampai Maret tahun 2023.

“Di bulan Januari itu temuannya 1 kasus kemudian meningkat hingga menjadi 27 kasus dan Alhamdulillah belum menyebar ke kecamatan yang lain atau wilayah kerja Puskemas yang lain.” Ungkapnya kepada kalesang.id, Selasa (21/3/2023).

Lanjutnya, angka kasus campak di Kota Ternate terbilang meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Meningkat, karena tahun sebelumnya itu 0 kasus.” Tuturnya.

Ia menuturkan temuan 27 kasus campak itu tersebar di sejumlah wilayah kerja Puskesmas Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan. Dengan kasus terbanyak di Kelurahan Jati sebanyak 7 kasus dan Kelurahan Kalumata 7 kasus.

“Untuk di Kelurahan Tanah Tinggi Barat 4 kasus, Kelurahan Bastiong Karance 2 kasus, Kelurahan Toboko 3 kasus, dan sisanya 1 kasus.”Katanya.

Ia mengatakan meskipun masih dalam bentuk suspek, hal tersebut dinilai masuk dalam kejadian luar biasa (KLB) di wilayah Kota Ternate.

“Sampelnya sudah dikirim ke laboratorium untuk memastikan 27 kasus itu positif.  Namun dari 27 kasus ini 90 persen tidak ada riwayat imunisasi dasar.”Jelasnya.

Untuk mencegah penyebaran, dr. Wirda mengaku pihaknya melalui tim gerak cepat dan Puskesmas Kalumata telah melakukan sejumlah bentuk penanggulangan salah satunya pengecekan epidemologi.

“Kita punya tim gerak cepat sudah langsung bekerja dimulai dari Kelurahan Jati Perumnas sebagai lokasi temuan pertama, imunisasi massal juga akan dilakukan ,tapi masih koordinasi dengan pihak terkait lainnya .”Pungkasnya.

 

Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan