Membaca Realitas

Spanduk Provokatif Catut Nama Unkhair

Suratin: Sejumlah Langkah Antisipasi Sudah Dilakukan

TERNATE (kalesang)– Universitas Khairun (Unkhair) Kota Ternate, Maluku Utara meminta agar mahasiswa dan warga tidak terpengaruh dengan spanduk provokatif.

Berita Terkait: Spanduk Berisi Provokasi Terkait Papua Merdeka Beredar di Tiga Kampus Ternate

Sebelumnya spanduk yang yang bermunculan pada Rabu (24/5/2023) itu memuat nada provokatif yang bertuliskan “Universitas Negeri Khairun Ternate dan Pemerintah Kelurahan Gambesi melakukan pembiaran atas aktivitas makar oleh aliansi mahasiswa Papua. Drop Out Pantas bagi mahasiswa Papua yang menginginkan merdeka dari NKRI”.

Berita Terait:Bahas Spanduk Provokatif, Unkhair Ternate Bakal Gelar Rapat Libatkan Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan
Tak hanya di Unkhair, spanduk dengan tulisan yang sama tersebut juga terpasang di lingkungan Universitas Muhammadiyah (UMMU) Maluku Utara dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kie Raha.

Humas Unkhair, Suratin mengungkapkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan, Unkhair telah melakukan sejumlah langkah. Diantaranya pertemuan bersama pihak Kelurahan Gambesi dan Kelurahan Sasa serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan mahasiswa Papua.

“Pertemuan berlangsung di ruang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama tanggal 25 Mei kemarin.” Ungkapnya, Jumat (26/5/2023).

Lanjutnya dalam pertemuan yang dihadiri oleh Lurah Gambesi Subhan Sutan Kayo, SE, Lurah Sasa Ridwan Boy Farman, SH dan Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Abdul Kadir Kamaluddin, SP.M.Si itu pihaknya meminta agar dua pimpinan kelurahan segera menyampaikan kepada warga agar tidak terprovokasi.

“Kami meminta kepada pihak kelurahan untuk segera menyampaikan kepada warganya sampai pada tingkat RT dan RW agar tidak terprovokasi terhadap isu yang sengaja disampaikan melalui spanduk.” Jelasnya.

Ia menuturkan pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kedamaian bersama anak-anak Papua yang sedang melanjutkan pendidikan di Kota Ternate.

“Menjaga kedamaian bersama masyarakat Papua yang berada di Maluku Utara berarti menjaga nama baik dan kemegahan sejarah Kesultanan Tidore. Yanh mana, wilayah Papua dan Papua Barat yang secara historis merupakan bagian integral dari wilayah Kesultanan Tidore.” Tuturnya.

Sementara itu, Suratin menegaskan para mahasiswa Papua khususnya di Unkhair untuk tetap menjaga nama baik Universitas, dengan tidak terlibat dan mendukung kegiatan organisasi yang dilarang keberadaanya oleh Pemerintah, terutama menyangkut isu Kemerdekaan Papua.

“Kami akan mengambil tindakan tegas kepada mahasiswa yang terlibat dan sanksi tegas akan diberikan juga kepada mahasiswa yang dengan sengaja melakukan provokasi.” Katanya.

“Kami juga sudah melaporkan kepada pihak aparat keamanan untuk melakukan investigasi pelakuyang dengan sengaja memasang spanduk bertuliskan provokasi.” Tutup Suratin.

Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan