SMPN-2 Kota Ternate Distribusi Hasil Panen Sayur di Pasar Higienis
Sudah Dua Kali Panen
TERNATE (kalesang) – SMPN-2 Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, distribusi hasil panen sayur di pasar Tradisional Higienis Ternate.
Kepala SMPN-2 Kota Ternate, Nurhayati Pandawa mengatakan, saat ini pihaknya telah panen berbagai jenis tanaman sayuran yang ditanam di hedroponik di lingkungan sekolah.
“Kita sudah panen sayur dua kali berturut-turut, untuk panen pertama sayur kangkung, bayam, sawi caisin, selada, kemudian panen kedua yaitu sayur selada.” Kata Nurhayati, Selasa (18/6/2023).
Nurhayati mengaku, hari ini pengurus organisasi intra sekolah bersama pihak pengelola SMPN-2 Kota Ternate kembali menanam sayur caisin.
“Waktu panen kami langsung distribusi ke langganan di pasar Tradisional Higenis Ternate, jadi pendapatan itu Rp300 ribu.” Ujar Nurhayati.
Menurut Nurhayati, seiring dengan adanya perkembangan teknologi, tentu sangat berpengaruh pada sendi kehidupan, terutama dari aspek pertanian. Karena perkembangan teknologi banyak melahirkan alat-alat canggih, dan membantu para petani bercocok tanam.
Baca Juga: Tiga Rumah di Kota Ternate Terbakar
Saat ini, lanjutnya, SMPN-2 Kota Ternate mulai fokus bercocok tanam, tapi bukan di tanah tapi di atas permukaan air dan di situ ada media hidroponik, hingga tanaman itu bisa tumbuh subur dan berkembang.
“Mengapa kami lebih memilih menanam sayur di hidroponik , karena hidroponik adalah satu budidaya tanaman dan manfaatnya untuk menghemat lahan.” Ucap Nurhayati.
Kata Nurhayati, tanaman hidroponik juga bagian dari ramah lingkungan di sekolah, mengingat SMPN-2 Kota Ternate juga bagian dari sekolah ramah anak, maka harus diterapkan.
Sebenarnya, ia menyampaikan, pihak sekolah bisa memanfaatkan limbah dari botol Aqua sebagai media menanam, namun media saja belum tepat jika memang menanam sayur menggunakan media botol plastik, maka anak-anak setiap hari harus jaga.
“Oleh karena itu, kami lebih memilih menanam menggunakan hedroponik karena tidak di tanah, jadi secara tidak langsung kita juga menghemat penggunaan air.” Kata Nurhayati.
Baca Juga: Update: 36 Kali Gempa Bumi Susulan Guncang Sanana Kepulauan Sula, Terkuat 5.2 Magnitudo
Nurhayati menuturkan, tanaman jenis sayur yang ditanam di hidroponik ini guna meningkatkan kewirausahaan, karena hasil panen sering didistribusikan di dunia pasaran dan itu sangat laku.
“Hasil pendapatan bisa kita belanjakan kebutuhan media hidroponik seperti pipa dan bibit sayuran, di samping tanaman hidroponik itu juga di kelilingi green house sehingga mudah terjaga.” Jelasnya.
Jadi, kata dia, pihaknya berencana membangun hidroponik pada dua titik di lingkungan sekolah, jumlah semua sabanyak tiga titik, mengingat ada sedikit lahan kosong jadi dimanfaatkan untuk menanam.
“Tanaman hidroponik ini selain untuk kompetensi kewirausahaan, kami juga memberi contoh pada warga sekolah, untuk memanfaatkan lahan di rumah guna menanam sayuran karena bernilai ekonomis.” Tukasnya.(tr-02)
Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Junaidi Drakel
