Membaca Realitas

Plt Kadis DP3A Kepulauan Sula Diduga Berkampanye di Dalam Isda, Begini Tanggapan Bawaslu

SANANA (kalesang) – Plt Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Sehat Umagap diduga berkampanye dalam acara lomba penurunan angka stunting.

Dugaan itu muncul setelah videonya tersebar di media sosial (medsos). Kegiatan itu diketahui diselenggarakan pada Senin (7/8/2023) kemarin, yang dilaksanakan di Istana Daerah (Isda) Kabupaten Kepulauan Sula.

Dalam video berdurasi 7 menit 34 detik itu, Sehat terlihat berdiri mengenakan kaos berwarna merah, dipadu dengan celana hitam serta penutup kepala berwarna hitam.

Di awal video, Sehat meminta peserta kegiatan untuk mengikuti apa yang diucapkan, usai memberi aba-aba, semua peserta pun mengikuti ucapan Kadis DP3A Kabupaten Kepulauan Sula tersebut.

“Kalau saya berteriak Srikandi, kalian semua berteriak satu arahan, kalau saya berteriak Eta Sua, kalian berteriak dua periode. Mantap?” Ajak Sehat seperti dikutip kalesang.id dari video tersebut, pada Kamis (10/8/2023).

BACA JUGA: Bacaleg Provinsi dari Partai Demokrat Maluku Utara Berpotensi Diganti

Sebagaimana diketahui, Srikandi merupakan sekelompok perempuan yang bergerak sebagai tim pemenang Fifian Adeningsi Mus dan Saleh Marasabessy saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020.

Sementara kata Eta Sua adalah nama lain dari Fifian Adeningsi Mus yang diambil dari bahasa Sula, yang artinya Perempuan Sula. Istilah itu juga digunakan pada awal Fifian mencalonkan diri sebagai Bupati Kepulauan Sula.

BACA JUGA: DPRD Ternate Usulkan Naikkan Gaji PTT, Walikota: Nanti Kita Bahas

Sehat, saat dikonfirmasi kalesang.id mengatakan, ucapan yang disampaikan tersebut bukanlah kampanye politik. Menurutnya, kata dua periode diperuntukkan bagi perempuan yang ada dalam kegiatan tersebut.

“Itu bukan kampanye politik. Dua periode untuk Eta Sua, itu berarti Perempuan Sula yang ada dalam forum. Kalau tidak percaya boleh tanya peserta yang hadir.” Kata Sehat saat dikonfirmasi via seluler.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Kepulauan Sula, Iwan Duwila menyampaikan, apa yang disampaikan Plt Kadis DP3A Kepulauan Sula itu belum bisa dipastikan berkampanye, sebab kata Eta Sua tidak bisa dipastikan apakah akan digunakan dalam momentum Pilkada 2024 lagi atau tidak.

Jadi, Iwan menambahkan, bakal calon bupati dan wakil bupati juga belum ditetapkan. Hanya saja, dia mengimbau kepada para pejabat harus menggunakan Isda atau fasilitas daerah sesuai peruntukannya.

“Hal-hal seperti itu juga susah karena belum ada penetapan bakal calon kepala daerah. Tapi Isda harus dipahami, itu dipakai untuk kepentingan daerah, karena fasilitas daerah, bukan soal kelompok atau pribadi.” Pungkasnya.

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel