Oleh: Achmad Gani Pelupessy
Seusai tualang sehari itu
Aku melewati beberapa angkringan yang menyala
Di sana, aku melihat banyak puisi-puisi berterbangan
Hendak aku menangkap satu puisi jokpin
Namun ia liar dan sibuk mengeja kamus
Seusai tualang sehari itu
Di angkringan dekat Malioboro
Puisi-puisi Sapardi memanggil tuk dibaca
_”Kemarilah, bacalah aku. Sungguh akulah hujan bulan Juni yang selalu kau nanti.”_
Angkuh puisi Sapardi berteriak
Seusai tualang sehari itu
Aku menuju pulang sembari nikmati Yogya
Oleh mata yang terlalu liar
Aku menemukan satu angkringan yang diam saja
Sesaat hendak kujumpai, sepotong suara Jokpin tetiba berlirih:
_”Yogya terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan.”_
Yogyakarta, 30 Agustus 2023
