Membaca Realitas

Realisasi APBD Kota Tidore Kepulauan 2025 Capai 66,16 Persen, Kinerja Fiskal Positif

Tidore, Kalesang – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 telah mencapai 66,16 persen hingga pertengahan Oktober 2025. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Kementerian Keuangan per 15 Oktober 2025, total pendapatan daerah Kota Tidore mencapai Rp707,64 miliar dari pagu anggaran sebesar Rp1,06 triliun.

Pendapatan Daerah Didominasi Transfer Pemerintah Pusat

Pendapatan Kota Tidore Kepulauan masih didominasi oleh Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang mencapai Rp653,18 miliar atau 68,10 persen dari total pagu Rp959,09 miliar. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat sebesar Rp36,35 miliar atau 49,40 persen dari target Rp73,59 miliar. Komponen terbesar PAD berasal dari pajak daerah sebesar Rp12,85 miliar (53,55 persen) dan retribusi daerah Rp5,71 miliar (61,95 persen).

Selain itu, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan menyumbang Rp1,25 miliar atau 104,15 persen dari target Rp1,20 miliar. Lain-lain PAD yang sah juga memberikan kontribusi Rp16,35 miliar atau 42,21 persen. Pendapatan lainnya tercatat Rp18,11 miliar atau 49,12 persen, yang meliputi pendapatan sesuai peraturan perundang-undangan sebesar Rp4,01 miliar dan pendapatan transfer antar daerah Rp14,10 miliar.

Belanja Daerah Capai 52,61 Persen

Di sisi lain, realisasi belanja daerah Kota Tidore Kepulauan mencapai Rp611,38 miliar dari total anggaran Rp1,16 triliun, atau setara 52,61 persen. Komponen belanja terbesar adalah belanja pegawai sebesar Rp295,13 miliar atau 63,05 persen dari pagu Rp468,07 miliar.

Belanja barang dan jasa tercatat Rp167,11 miliar dari pagu Rp343,44 miliar atau 48,66 persen, sementara belanja modal mencapai Rp51,98 miliar atau 23,59 persen dari total Rp220,34 miliar. Selain itu, belanja lainnya mencapai Rp97,16 miliar atau 74,60 persen, yang sebagian besar digunakan untuk bantuan keuangan Rp88,32 miliar (77,34 persen) dan belanja hibah Rp6,56 miliar (62,22 persen).

Pembiayaan Daerah dan Silpa

Sementara itu, untuk pos pembiayaan daerah, Pemkot Tidore Kepulauan mencatat penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp46,86 miliar atau 48,54 persen dari target Rp96,55 miliar. Adapun pengeluaran pembiayaan daerah baru terealisasi Rp0,80 miliar atau 20 persen dari pagu Rp4 miliar.

Kinerja APBD Dinilai Stabil

Secara umum, capaian realisasi APBD Kota Tidore Kepulauan menunjukkan kinerja fiskal yang cukup stabil hingga triwulan ketiga tahun 2025. Namun, masih terdapat ruang percepatan khususnya pada belanja modal dan optimalisasi pendapatan asli daerah.

Pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan penyerapan anggaran di triwulan keempat agar pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan maksimal sebelum tutup tahun anggaran.

Editor: Wendi Wambes