Arus Peti Kemas Naik 8 Persen, Pelindo Ternate Optimalkan Layanan Jelang Ramadan
TERNATE, Kalesang – Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Pelindo (Persero) Regional IV Ternate memperketat kesiapan operasional di Pelabuhan Ahmad Yani. Fokus utama diarahkan pada percepatan arus logistik bahan pokok serta peningkatan kualitas layanan penumpang dengan standar setara bandara.
Kepala PT Pelindo Regional IV Ternate, Anwar Pae, mengatakan bahwa meskipun persiapan rutin telah dilakukan sejak momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru), kebutuhan pengamanan dan pelayanan selama Lebaran dinilai jauh lebih intens.
“Lebaran kali ini persiapannya lebih ketat dibanding Nataru, karena pergerakan penumpang dan kebutuhan logistik meningkat signifikan. Kami mendapat arahan dari pusat untuk menerapkan pelayanan sepenuh hati dengan standar operasional minimal setara bandara,” ujar Anwar, Rabu (4/2/2026).
Menurut Anwar, karakteristik penumpang angkutan laut yang beragam membutuhkan pendekatan khusus, terutama dalam edukasi pelayanan. Selain itu, Pelindo menyiapkan fasilitas tambahan berupa tenda di sisi laut dan darat yang bersifat on-call untuk mengantisipasi lonjakan kapasitas terminal penumpang.
Di sektor logistik, Pelindo memastikan distribusi barang dari luar daerah seperti Surabaya, Makassar, Manado, hingga Sofifi tetap lancar. Langkah ini penting mengingat keterbatasan lahan produksi di Ternate yang membuat pasokan kebutuhan pokok sangat bergantung pada distribusi antardaerah.
“Kalau distribusi tersendat, dampaknya bisa ke inflasi. Karena itu kami pastikan arus barang tidak stagnan,” tegas Anwar.
Untuk menjaga kelancaran bongkar muat, Pelindo rutin menggelar Daily Operation Meeting (DOM) guna mengevaluasi kinerja setiap kapal yang sandar.
“Setiap kendala langsung kita cari solusinya. Semakin cepat bongkar muat peti kemas, semakin cepat pula distribusi beras, minyak goreng, ayam beku, dan telur ke pasar,” jelas Anwar.
Data Pelindo mencatat, sepanjang tahun 2025 arus peti kemas di Pelabuhan Ternate meningkat sekitar 8 persen, dari 59.000 TEUs menjadi sekitar 63.000 TEUs.
Menghadapi tren ini, pengaturan lapangan, termasuk staffing dan stripping, menjadi kunci utama di tengah keterbatasan lahan penumpukan.
Sementara itu, dari sisi pelayanan penumpang, sistem tiket kapal kini telah sepenuhnya berbasis digital.
“Sekarang sudah tidak ada calo. Pembelian tiket bisa dilakukan secara online, seperti beli tiket pesawat. Penumpang cukup membawa kode booking saat keberangkatan,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran, Pelindo Ternate akan bersinergi dalam Posko Terpadu bersama KSOP, Pelni, Polair, Polsek Maritim, Dinas Perhubungan, serta BPBD.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Pelindo juga akan melanjutkan program “Berbagi Berkah”, selama Ramadan dan Lebaran, Pelindo menyiapkan takjil serta makanan sahur bagi penumpang yang berada di kawasan pelabuhan.
“Kami ingin memastikan arus mudik tahun ini berjalan lancar sekaligus memberi kenyamanan maksimal bagi masyarakat,” pungkas Anwar.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
