Pedagang Keluhkan Kehadiran Lapak Musiman di Terminal
TERNATE, Kalesang – Kehadiran pedagang musiman yang mulai memadati area dalam terminal di Kota Ternate menuai protes dari para pedagang tetap. Lapak-lapak yang mulai beroperasi sejak malam hari itu dinilai berdampak langsung pada penurunan omzet pedagang yang selama ini rutin membayar retribusi kepada pemerintah.
Salah satu pedagang tetap, Babang, mengungkapkan keluhannya terkait penataan area terminal yang dinilai mulai diserobot oleh aktivitas jual beli pedagang musiman. Ia menyebut para pedagang tersebut mulai membangun lapak setiap malam tanpa pengawasan ketat dari petugas di lapangan.
“Menurut saya sebaiknya jangan diizinkan, karena sangat memengaruhi pendapatan kami pedagang tetap di sini. Kalau malam hari tidak ada petugas yang berjaga, mereka bebas membuka lapak,” ujar Babang, Minggu (15/3/2026).
Ia juga menyoroti perbedaan beban biaya antara pedagang tetap dan pedagang musiman. Menurutnya, pedagang tetap memiliki kewajiban membayar retribusi secara rutin kepada pemerintah, baik harian maupun bulanan. Sementara pedagang musiman diduga tidak memiliki kewajiban yang sama, namun tetap memanfaatkan lokasi strategis untuk berjualan.
“Kami di sini bayar tiap bulan, tiap hari juga bayar ke pemerintah. Kalau mereka kan tidak. Makanya pedagang musiman suka, pihak-pihak tertentu juga suka,” katanya.
Selain berdampak pada aspek ekonomi, Babang juga menilai keberadaan lapak di dalam terminal berpotensi mengganggu fungsi utama terminal sebagai tempat mobilitas kendaraan penumpang. Menurutnya, aktivitas jual beli di area tersebut dapat mempersempit ruang gerak kendaraan yang keluar masuk.
Ia menilai pemerintah seharusnya memanfaatkan sejumlah ruko yang masih kosong di sekitar terminal untuk menata para pedagang agar tidak menumpuk di dalam area terminal.
“Harapan saya lebih baik jangan di situ, karena itu terminal mobil penumpang. Kalau orang berjualan di situ, bagaimana kendaraan mau masuk? Padahal ruko masih banyak yang kosong dan tidak digunakan,” tambahnya.
Meski demikian, Babang tetap mengapresiasi upaya pemerintah dalam melakukan penataan pasar yang dinilai mulai menunjukkan perubahan, meskipun belum berjalan maksimal.
“Alhamdulillah penataan sudah mulai bagus, cuma memang belum maksimal. Pemerintah juga harus perhatikan nasib kami pedagang tetap yang sudah lama berjualan di sini,” pungkasnya.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar

