Tidore, Kalesang – Komunitas Literasi Folasou di Kelurahan Tongowai, Kota Tidore Kepulauan, kembali menghidupkan semangat literasi melalui kegiatan lapak baca gratis yang digelar di depan Gedung DPRD Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang membaca sekaligus wadah diskusi bagi masyarakat, terutama kalangan pelajar dan pemuda.
Setelah sempat vakum selama lebih dari satu tahun, Komunitas Literasi Folasou kini kembali aktif berkat inisiatif para pemuda Kelurahan Tongowai yang berkomitmen membangkitkan budaya membaca di tengah masyarakat.
Kebangkitan komunitas tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Khairun (Unkhair) di Kelurahan Tongowai yang mengusung program penguatan literasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas dampak gerakan literasi sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat.
Pengelola Komunitas Literasi Folasou, Fajjin Amiin, mengatakan sinergi dengan mahasiswa KKN menjadi langkah strategis untuk memperkuat program literasi yang telah dirintis komunitas.
“Kolaborasi ini sangat penting untuk memperkuat minat baca di kalangan anak muda. Kami berharap kegiatan literasi dapat terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Fajjin.
Sementara itu, mahasiswa KKN Unkhair, Ningsi Defretes, mengaku antusias dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, lapak baca gratis menjadi sarana efektif untuk mengajak generasi muda kembali mencintai buku di tengah derasnya arus informasi digital.
“Saya sangat senang bisa berkolaborasi dengan Komunitas Literasi Folasou. Di tengah anak-anak muda yang mulai menjauh dari budaya membaca, kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk menumbuhkan kembali semangat literasi,” katanya.
Di sisi lain, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Kota Tidore Kepulauan, Mansyur Djamal, menilai program literasi perlu menjadi fokus utama mahasiswa KKN selama menjalankan pengabdian di masyarakat.
Menurutnya, berbagai aktivitas yang digagas Komunitas Literasi Folasou, mulai dari membaca buku bersama, mengulas buku, membaca nyaring, hingga proyek berbasis isi buku dan kegiatan literasi lainnya, merupakan program yang produktif dan layak dikembangkan secara berkelanjutan.
Mansyur berharap kehadiran mahasiswa KKN mampu memberikan dampak nyata terhadap tumbuhnya kecintaan anak-anak terhadap buku.
“Paling tidak, kehadiran mahasiswa memberikan dampak langsung terhadap tumbuhnya kecintaan anak-anak pada buku. Membaca dan menulis harus menjadi gaya hidup generasi muda Tidore
dalam mewujudkan Tidore sebagai Kota Literasi,” tandasnya.
