Membaca Realitas

Perketat Pengawasan, Terjadi Adu Mulut di SPBU Reguler Sanana

SANANA (kalesang) – SPBU Reguler Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara, mulai perketat pengawasan. Buktinya, para pengecer yang menggunakan sepeda motor dengan memodifikasi tangki telah diperiksa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Kebijakan itu diberlakukan lantaran sering terjadi antrian panjang di SPBU, olehnya itu telah disepakati bersama DPRD, SPBU dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) pada saat rapat dengar pendapat (RDP) beberapa hari kemarin.

Hanya saja, kebijakan yang diterapkan pihak SPBU tidak berjalan mulus. Sebab, masih ada pengecer yang tidak terima STNK motor diperiksa. Akhirnya terjadi adu mulut antara pengecer dan pihak SPBU.

Admin SPBU Reguler Sanana, Sahbudin A. Latif mengatakan, pagi tadi pihaknya mulai mencatat STNK bagi kendaraan roda dua yang memiliki tangki besar. Dari pemeriksaan tersebut, telah didapati salah satu kendaraan bermotor tengah mengantri untuk mendapat giliran pengisian pertalite.

Sayangnya, Sahbudin menambahkan, pada saat gilirannya, motor tersebut tidak dilayani oleh petugas. Karena diduga yang bersangkutan telah menimbun bahan bakar minya (BBM) jenis pertalite.

“Dia ngotot ke petugas untuk tetap mengisi pertalite di motornya. Dari situ sedikit terjadi adu mulut antara petugas dengan dia. Modus yang dipakai itu menggantikan plat motornya.” Kata Sahbudin kepada kalesang.id, Jumat(8/7/2022).

Tentu, lanjut Sahbudin, pihaknya berkomitmen dengan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama. Jadi pihak SPBU akan mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat.

“Mereka pikir aturan ini berlaku semua motor yang mangantri, padahal bukan, hanya dikhususkan bagi motor yang terindikasi mengisi partelite lebih dari satu kali dengan menggunakan tangki besar.” Ungkap Sahbudin.

Sementara Herman Kabakoran mengungkapnya, dia hanya mau mengisi pertalite. Tapi dari pihak SPBU memintanya untuk menunjukan STNK, sedangkan motor yang tidak modifikasi tangki tidak diminta STNK.

“Saya juga tidak tahu alasan mereka seperti apa. Tapi mungkin tangki motor saya besar. Tadi saya juga bilang coba lihat di catatan, apakah ada plat motor saya atau tidak.” Pungkasnya.(tr-02)

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel