Membaca Realitas

BBM Picu Inflasi, Pemprov Malut Siapkan Skenario Refokusing Anggaran

SOFIFI (kalesang) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) melalui Biro Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda), telah melakukan rapat pembahasan mengenai pengendalian inflasi barang, akibat naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal Itu diungkapkan Marwan Polisiri, Kepala Biro (Karo) Ekonomi Setda Provinsi Malut, saat diwawancarai kalesang.id diruangan kerjanya, Kamis (8/9/2022)

“Kami telah melakukan rapat bersama Komisi I DPRD Ternate, Selasa (6/9/2022), dimana kita membahas tentang harga tarif angkutan laut. Kemudian bersama Polda Maluku Utara di hari yang sama, melakukan forum diskusi tentang bantalan sosial kaitan dengan penyusaian harga BBM.”Ungkap Marwan.

Menurutnya, harga barang yang naik karena imbas dari BBM, pemerintah tidak bisa menekan pedagang atau distributor untuk turunkan harga begitu saja, sebab hal itu merupakan dampak langsung dari kenaikan tarif BBM.

“Maka langkah yang bisa dilakukan adalah mensubsidi langsung transportasi logistik. Dan ini butuh penganggaran khusus melalui refokusing anggaran.”Kata Marwan.

Untuk itu, lanjutnya, langkah dari biro Ekonomi ataupun Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Malut mengambil skenario mengatasi inflasi melalui refokusing yang nanti anggarannya dipusatkan untuk subsidi transportasi logistik.

Selanjutnya, hal ini juga berdasarkan Peraturan Menteri Keungan (PMK) Republik Indonesia (RI) Nomor, 134/PMK.07/2022, tentang belanja wajib dalam rangka penanganan dampak inflasi tahun anggaran 2022.(tr-08)

 

 

 

Reporter : M. Rifdi Umasangadji
Redaktur : Wawan Kurniawan