Membaca Realitas

Ini Alasan Kenapa Kelurahan Akehuda Ternate Sering Terjadi Genangan Air

Sumber Air yang Mengalir saat Hujan Terdapat di Dua Titik

TERNATE (kalesang) – Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, menjadi salah satu kelurahan yang kerap menikmati genangan air saat musim hujan.

Genangan air yang melanda Kelurahan Akehuda tersebut secara umum disebabkan posisi topografis yang terbilang miring ke arah gunung, bukan miring ke arah pantai.

“Kelurahan Akehuda miring dari pantai ke darat, hal itu berbeda dengan kelurahan lainnya yang kondisinya miring dari darat ke pantai.” Kata Ketua RW 04 Kelurahan Akehuda, Hadi Muridun dalam dialog interaktif Kalesang Kampung, Kamis (19/1/2023) malam.

Baca Juga: Warga Minta Pagar Pembatas Danau Ngade Ternate Diperbaiki

Dengan kondisi itu, lanjut Hadi, membuat sebagian selokan tidak dapat mengalirkan air dengan baik, sehingga terjadi genangan.

“Sumber air yang mengalir saat hujan terdapat di dua titik, yaitu selokan pada Masjid Kesultanan atau Sigi Heku dan kiriman dari Kelurahan Tubo.” Ucapnya.

Sementara Lurah Akehuda, Farida Saleh mengaku, ketika terjadi curah hujan yang tinggi, maka di RT 05 Kelurahan Akehuda juga ikut tergenang. Ini disebabkan karena selokan yang kecil, tidak mampu menampung debit air yang terlalu tinggi.

Salah satu faktor terjadinya genangan air, Farida menambahkan, yaitu adanya pembangunan bandar udara Sultan Babullah Ternate. Sebab, dulu ketika belum adanya pelebaran bandara air langsung menuju ke pantai.

“Biar hujan besar apapun Kelurahan Akehuda tidak pernah banjir, karena air mengalir langsung ke pantai.” Katanya.

Senada dengan itu, Ketua RT 011 Kelurahan Akehuda, Said Pattimura mengatakan, dengan kondisi real yang ada di lapangan, hal yang paling urgen adalah persoalan selokan.

Kata Said, hal itu memang tidak bisa dicegah, namun jika kondisi ini dihendaki, pemerintah kota harus melakukan perbaikan kembali selokan yang ada.

Baca Juga: Demi Nafkahi Anak Istri, Pria 55 Tahun Ini Nekat ke Ternate

Bahkan, menurut dia, hal itu berdampak bukan hanya di 005 melainkan di beberapa RT lain seperti RT 004, RT 006, RT 008 dan RT 009.

“Jadi air akan meluap, itu artinya kedalaman saluran got dan kondisi yang ada itu sangat tidak memungkinkan.” Bebernya.

Dengan begitu, kata Said, kehadiran lurah baru ini sangat mengharapkan ada sebuah perubahan yang bisa dilakukan secara bertahap oleh pemerintah kota, kelurahan, serta seluruh masyarakat Kelurahan Akehuda.

“Karena yang merasakan imbas dari pada persoalan yang ada ini adalah masyarakat kecil.” Tandasnya.

 

Reporter: Rahmat Akrim/Sitti Halima Duwila/Sitti Mutmainnah

Redaktur: Junaidi Drakel