Membaca Realitas

TPID Kota Ternate Gelar Rapat Jelang Ramadan, Walikota Terus Pantau Perkembangan Inflasi

 

TERNATE (kalesang) – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) menggelar rapat sinergi untuk stabilisasi harga dan pasokan pangan menjelang ramadan 2023.

Rapat yang digelar di ruang rapat lantai III kantor Walikota Ternate itu dihadiri dari beberapa unsur pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal yang ada di Kota Ternate.

Walikota Ternate, M. Tauhid Soleman mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan inflasi, baik dari BPS maupun dari Bank Indonesia, terutama menghadapi bulan suci ramadhan.

“Kalau untuk Pemkot sudah pasti akan melihat kembali determinan dari APBD, itu dalam setahun. Tapi pasti ada kaitan dengan langkah-langkah kita dalam menghadapi inflasi dalam waktu dekat.” Kata Tauhid saat diwawancarai kalesang.id, Kamis (16/2/2023).

Baca Juga: Gegara Bakar Sampah, 2 Rumah di Kota Ternate Nyaris Terbakar

Tentu, lanjut mantan Sekda Kota Ternate itu, dirinya sebagai kepala daerah akan mengikuti terus perkembangan inflasi tersebut. Sebab, hal ini bagian dari kinerja TPID Kota Ternate.

“Antisipasi terkait inflasi memang harus dilakukan oleh pemerintah daerah. Karena inflasi ini akan berpengaruh pada kehidupan yang lain, misalnya stunting.” Sebutnya.

“Makanya antara inflasi dan stunting itu dua permasalahan yang sebenarnya satu tubuh. Kalau umpama inflasi tidak dikendalikan, maka tentu berpengaruh pada stunting yang saat ini kami upayakan melakukan penurunan.” Ucap Tauhid.

Untuk menghadapi bulan suci ramadhan, Tauhid menambahkan, kalaupun terjadi permasalahan harga dan ketersediaan, maka dilakukan upaya-upaya maksimal dari pemerintah daerah khususnya TPID, yang mana akan turun langsung ke lapangan.

“Kemudian secara eksekutor dilakukan oleh OPD yang ada. Itu kewenangan yang saya miliki sebagai kepala pemerintahan di Kota Ternate.” Ungkapnya.

Baca Juga: Hadirnya Orang Ketiga, 52 Pasutri di Kepulauan Sula Cerai

Terkait dengan harga beras yang saat ini mengalami kenaikkan, Tauhid menambahkan,  pihaknya akan menyurat ke pihak KSOP Ternate kalaupun hal tersebut terhambat di pelabuhan, misalnya pangan mana yang lebih didahulukan.

“Kalau itu memang menjadi konsen, pemerintah daerah bisa menyurat ke sana. Tolong diutamakan, agar aktivitas bongkar muat tidak mengganggu kenaikan harga.” Pungkasnya.

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel