Membaca Realitas

Kasi Pidum Kejari Kepulauan Sula Risih dan Telinganya Sakit Gegara Dengar Aksi Demonstrasi 

Bayu: Kok Seminggu 2 Kali Demo Waduh Pusing Banget Kepala

SANANA (kalesang) – Sepertinya Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula, Bayu Kusumo Wijoyo merasa risih dengan aksi demonstrasi.

Bayu menyampaikan hal itu di salah satu grup WhatsApp yang diberi nama “Mitra Kejari Kepulauan Sula”. Di dalam grup itu, terdapat sejumlah wartawan dan beberapa pejabat Kejari.

Hal itu disampaikan karena dua hari ini adanya demonstrasi di depan kantor Kejari yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa terkait dengan kasus dugaan korupsi.

Pada Selasa (6/7/2023) sejumlah mahasiswa dari organisasi LMND menggelar aksi di depan Kejari. Kemudian, pada hari ini, Kamis (8/6/2023), mahasiswa dari organisasi GMNI menggelar aksi terkait dengan sejumlah kasus korupsi yang masih mengendap di meja penyidik. Namun sayangnya, aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa STAI Babusallam itu sama sekali tak dihargai.

“Waduh kan kasihan to. Rusa yang lagi proses hamil bisa keguguran bayinya dalam kandungan kalau dengar teriakan-teriakan seperti kehausan kayak begitu to. Makanya rusa-rusanya pada lari sembunyi khawatir kalau rusanya ada yang keguguran. Kalau berturut-turut demo terus. Kemarin demo juga sekarang demo lagi.” Tulis Bayu di dalam grup WhatsApp Mitra Kejari Kepulauan Sula, Kamis (8/6/2023).

Baca Juga: Warga yang Kehilangan Motor dan Handphone Segera Ambil di Polsek Ternate Utara

Selain itu, Bayu mengatakan, terkait kasus korupsi pihak Pidana Khusus (Pidsus) sudah menemui massa aksi, tetapi Bayu menilai penjelasannya kurang puas, sehingga mereka demo lagi.

“Kok dalam 1 minggu ada 2 kali demo waduh pusing banget kepala. Iya kita pusing di sini mas. Pusing dengan segala keadaan yang ada di sini serba keterbatasan. Sudah ada 2 kali kita di demo denger suaranya saja kepala seakan mau pecah telinga kita sakit rasanya. Tidak tahu mau apa lagi. Waktunya geser pindah dari Sula.” Tandasnya.

 

Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel